Situs Srigading Ditarget Jadi Tempat Wisata Purbakala

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Bupati Malang, M Sanusi (paling kanan) meninjau lokasi ekskavasi Situs Srigading di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (15/3/2022). Pada kesempatan tersebut, Sanusi menargetkan bisa menjadikan situs tersebut sebagai tempat wisata purbakala.
Bupati Malang, M Sanusi (paling kanan) meninjau lokasi ekskavasi Situs Srigading di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (15/3/2022). Pada kesempatan tersebut, Sanusi menargetkan bisa menjadikan situs tersebut sebagai tempat wisata purbakala. | Foto: Humas Pemkab Malang

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Bupati Malang, M Sanusi, menargetkan agar Situs Srigading di Kecamatan Lawang bisa menjadi tempat wisata purbakala. Hal ini diungkapkan Sanusi saat meninjau lokasi ekskavasi situs tersebut, Selasa (15/3/2022).

Menurut Sanusi, proses ekskavasi Situs Srigading sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Eksvakasi situs yang berada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini, telah ditemukan beberapa peninggalan sejarah. "Temuan tinggalan arkeologinya cukup banyak," ujarnya.

Pada kegiatan ekskavasi setidaknya telah ditemukan beragam temuan, seperti Arca Agastya, Arca Nandiswara, dan Arca Mahakala. Arca-arca itu merupakan komponen panteon dari Dewa Siwa. Kemudian juga diperoleh sejumlah fragmen relief, porselen, batu ambang relung, hingga lingga yoni berukuran besar.

Hal yang pasti, bentuk Situs Srigading sudah cukup terlihat jelas. Tim ekskavasi hanya perlu mencari relief-relief lainnya yang mungkin masih terkubur dalam tanah. Setelah ditemukan, relief-relief tersebut tentunya akan ditata kembali bersamaan dengan bangunan situs.

“Dan saya berharap nantinya bisa menjadi wisata purbakala yang ada di Malang dikelola Bumdes setempat dan nanti Pemkab Malang akan bantu fasilitasi," kata dia.

Selanjutnya, Pemkab Malang juga dalam waktu dekat segera memasang lampu penerangan di Situs Srigading. Setidaknya ada empat titik yang akan dipasang lampu bertenaga panel surya. Sanusi berharap penerangan ini bisa menjaga situs tetap aman sehingga menjadi candi yang sempurna.

Pada kesempatan sama, Ketua Tim Ekskavasi Situs Srigading, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan situs kepada Bupati Malang. Di antaranya mengenai kegiatan yang telah dilakukan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPBD) Jawa Timur (Jatim) selama ekskavasi.

Dalam hal ini termasuk temuan-temuan yang sudah diperoleh tim selama tiga tahap ekskavasi. Di samping itu, dia juga melaporkan kebutuhan teknis kepada Bupati Malang.

Hal ini terutama terkait status lahan situs yang masih milik masyarakat. Lalu juga melaporkan kebutuhan pengatapan dan pemagaran pascaekskavasi karena kondisi batu bata yang sudah lapuk serta tindakan mencari pola halaman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Arti Penting Ekskavasi Situs Srigading

Bangunan Candi di Situs Srigading Runtuh Akibat Lapuk

Ekskavasi Tahap Tiga: Sejumlah Artefak Menarik Ditemukan di Situs Srigading

Temuan dari Situs Srigading Disimpan di Museum Singhasari Malang

Mengenal Situs Srigading, Candi yang Menghadap Gunung Semeru

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark