Sleman Canangkan Minomartani Jadi Kampung Pancasila

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Sleman Canangkan Minomartani Jadi Kampung Pancasila (ilustrasi).
Sleman Canangkan Minomartani Jadi Kampung Pancasila (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Pemkab Sleman melakukan agenda pencanangan Kampung Pancasila. Kali ini, pencanangan dilakukan secara simbolis Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, terhadap Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, sebagai Kampung Pancasila.

Kegiatan tersebut merupakan program Kodim 0732/Sleman bekerja sama dengan Pemkab Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman. Pencanangan digelar di Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Kalurahan Minomartani. 

Dalam sambutannya, Danang mengatakan, program Kampung Pancasila tersebut memang sudah selaras dengan program-program dari Pemkab Sleman. Salah satu program yang sudah dijalankan tidak lain program Rintisan Kalurahan Berkarakter Pancasila.

Maka itu, ia berharap, program yang digagas Kodim 0733/Sleman tersebut dapat bersinergi dengan program yang ditangani oleh Pemkab Sleman. Dengan pencanangan Kalurahan Minomartani diharapkan mampu menangkal bahaya disintegrasi bangsa.

Baca Juga

"Mari sesarengang mbangun Sleman," kata Danang, Kamis (21/4/2022).

Sebelumnya, sejak awal tahun Pemkab Sleman melalui Badan Kesbangpol Sleman telah mendampingi 13 kalurahan sebagai Rintisan Kalurahan Berkarakter Pancasila. Ini dimaksudkan untuk merevitalisasi dan mereaktualisasi nilai-nilai Pancasila.

Ada Margomulyo, Margoagung dan Margoluwih di Kapanewon Seyegan, Caturtunggal di Depak, Trimulyo di Sleman, Wukirsari dan Argomulyo di Cangkringan, Pakembinangun, Candibinangun dan Purwobinangun di Pakem, Triganggo dan Nogotirto di Gamping.

Dandim 0732/Sleman, Letkol Inf Arief Wicaksana menyebut, program tersebut memang dihadirkan dengan maksud untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai di Indonesia. Khususnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ke tengah masyarakat.

Menurut Arief, kondisi itu tidak lepas dari pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa dampak kepada kehidupan masyarakat, baik dampak yang positif maupun yang negatif. Dampak negatif antara lain budaya yang tergerus.

"Tergerusnya budaya kita oleh budaya masyarakat modern yang materialis dan individualis," ujar Arief.

Ia menambahkan, itu dapat diantisipasi dengan mengaktualisasikan kembali nilai-nilai Pancasila yang jadi ideologi bangsa. Sebab, Pancasila merupakan sari-sari budaya luhur bangsa yang penuh dengan gotong royong, toleransi dan kekeluargaan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Sleman Ajukan Tambahan Kuota Elpiji Bersubsidi untuk Kebutuhan Lebaran

Mudik Awal di Terminal Bus Jombor, Sleman

Jaringan Mubalig Muda Indonesia Dukung ASN BP2MI Terbebas dari Paham Menyimpang

Sleman Memulai Festival Ramadhan Kaliurang

Sektor Wisata Sleman Diyakini Bangkit Jelang Libur Lebaran

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark