Pameran 'On Connectivity' Persembahkan 30 Karya dari 25 Perupa Lintas Generasi

Rep: My33/ Red: Fernan Rahadi

Sejumlah karya yang dipamerkan dalam pameran On Connectivity di Tirtodipuran Link Yogyakarta, Jumat (24/4/2022).
Sejumlah karya yang dipamerkan dalam pameran On Connectivity di Tirtodipuran Link Yogyakarta, Jumat (24/4/2022). | Foto: Kurnia Aditama

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Galeri Seni Kontemporer yang berbasis di Yogyakarta, Kohesi Initiatives, mempersembahkan sebuah karya seni yang bertajuk On Connectivity. Pameran ini melibatkan 25 perupa lintas generasi dan latar belakang. On Connectivity menampilkan lebih dari 30 karya dengan berbagai teknik dan medium eksploratif yang berperan sebagai lapisan hubungan antara galeri.

"Masing-masing menitikberatkan pada kecenderungan perupa dalam memahami, memaknai hingga mengekspresikan ragam hubungan manusia dengan orang lain, waktu, hingga persoalan kontemporer," papar penulis pameran, Rifda Amalia, dalam siaran pers, Sabtu (23/4/2022).

Karya-karya tersebut menggarisbawahi hubungan manusia dengan berbagai subjek di sekitar mereka seperti kesadaran kolektif, habitat, sejarah dan alam semesta. Pada catatan pameran 'Mencari Makna dalam Keterhubungan', Rifda memaparkan lima subjudul yakni Mengekspresikan Kesadaran Kolektif, Menghuni Ruang dan Lingkungan.

Lebih jauh, Rifda mencatat hubungan manusia dengan waktu yang kerap menemui jalan terjal. Manusia berupaya mengabadikan cerita serta pengetahuan untuk melawan kejamnya waktu. Karya Citra Sasmita misalnya, seri 'Ghost of Paradise'membayangkan kontekstualisasi ulang Kakawin Bali dengan menceritakan ritus peralihan, perang dan seksualitas dengan perempuan sebagai karakter utamanya.

Kemudian, Rifda pun menilai bahwa pendekatan yang berbeda terasa pada karya Dian Suci Rahmawati yaitu 'Who is South, North and Lord, Hidden Terms of Compliance' dan 'Be Mad The Pain Deepens Us'. Dominasi warna merah pada lukisannya dan figur orang-orang yang mengangkat kursi kosong menggambarkan kekuatan rakyat dan kesadaran kolektif yang muncul di saat krisis, bahkan tanpa dukungan dari negara.

"Untuk karya lainnya tang menampung berbagai makna hubungan, kemudian membentuk pengetahuan dan menjadi titik berangkat manusia dalam memahami dunia. Setiap karya membuka ruang tanpa batas yang membuat audiens menjalin hubungan dengan karya dan selanjutnya dengan perupa tanpa kesalahpahaman," tuturnya.

Dalam pameran yang digelar di Tirtodipuran Link Yogyakarta ini, hadir sebanyak 25 perupa lintas generasi dengan berbagai macam karya-karyanya yang menarik. Pameran ini mulai dibuka pada hari Jumat (22/4/2022) lalu.

Ke-25 perupa tersebut yaitu Abenk Alter, Addy Debil, Agugn, Andy Dewantoro, Bunga Yuridespita, Citra Sasmita, Darbotz, Dede Cipon, Dian Suci Rahmawati, Dwiky KA, Eddy Susanto, Enka Komariah, Erwin Windu Pranata, Etza Meisyara, Evi Pangestu, Farley Del Rosario, Fatoni Makturodi, I Made Agus Saputra, Ipeh Nur, Jim Allen Abel, Laksamana Ryo, Mr. S (Mark Santos), Mujahidin Nurrahman, Rendy Raka Pramudya dan Riono Tanggul.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Pameran Art Jakarta Garden 2022 di Gelora Bung Karno

Pameran Seni Rupa Jogja Affordable Art

AKNSBY Lestarikan Budaya Yogya Melalui Sarasehan dan Unjuk Kreativitas

Pameran Para Sekutu yang Tidak Bisa Berkata Tidak di Galeri Nasional Indonesia

Pameran Instalasi Seni di Mall Makassar

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark