Kasus Speech Delay Kian Meningkat, Apa Penyebabnya?

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Christiyaningsih

Anak (ilustrasi). Dokter spesialis anak Dian Pratamastuti mengakui kasus speech delay terus meningkat.
Anak (ilustrasi). Dokter spesialis anak Dian Pratamastuti mengakui kasus speech delay terus meningkat. | Foto: www.piqsels.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Speech delay atau keterlambatan bicara masih menjadi hal yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia. Apalagi sejak pandemi, anak tidak bersosialisasi dan screen time yang lebih panjang membuat fenomena ini kian meresahkan para orang tua yang memiliki anak balita.

Gangguan ini merupakan salah satu gangguan pada tahapan perkembangan anak (milestone). Sebisa mungkin orang tua perlu untuk memantau terus kemampuan anak demi mencegah speech delay pada anak.

Pada masa pandemi anak terpaksa harus selalu berada di dalam rumah. Anak yang sudah terbiasa main di luar akan merasa bosan saat diharuskan untuk main di rumah saja. Maka dari itu pelarian satu-satunya adalah televisi dan gawai.

Dokter spesialis anak Dian Pratamastuti mengakui kasus speech delay meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan puncaknya ada pada masa pandemi belakangan ini. “Memang dari tahun-tahun sebelumnya selalu meningkat. Namun saat pandemi peningkatannya semakin signifikan,” tutur dia dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga

Hanya berfokus pada layar membuat interaksi anak dengan lingkungannya berkurang. Balita yang sedang dalam tahap belajar berbicara akan mengalami kekurangan stimulasi. Hal ini yang dapat menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.

Menurut spesialis yang memegang tiga sub spesialisasi yaitu tumbuh kembang, MPASI, dan laktasi itu, kasus speech delay adalah yang paling banyak dikonsultasikan oleh orang tua. Dengan peningkatan jumlah kasus ia ingin semua pihak memperhatikan masalah ini.

Perlu didalami lebih lanjut, apa saja yang menjadi penyebab meningkatnya kasus speech delay di Indonesia. Apakah karena orang tua terlalu sibuk sehingga anak kurang stimulasi, atau karena sering bermain gawai, atau karena penyebab lain.

Untuk itulah Simposium Nasional yang dilaksanakan Yayasan Akses Sehat Indonesia bersama Generos menghadirkan beberapa dokter spesialis anak dan pakar guna membicarakan lebih dalam kasus speech delay di Indonesia. “Setelah bertemu dengan berbagai pihak dengan berbagai profesi, maka kita dapat bertukar pikiran mengenai permasalahan yang sedang hangat ini. Lalu mendapat insight tentang stimulasi apa yang paling efektif dan dapat dilakukan di rumah,” ujar Dian.

 

 

Terkait


Kasus Speech Delay Meningkat, Orang Tua Diimbau Pantau Pertumbuhan Anak

UNICEF Peringatkan 'Bencana' Malanutrisi Anak Akibat Perang-Harga Pangan Naik

Driver Ojol Ini Bersyukur Perjuangan Agar Putranya Bisa Kembali Mendengar Buahkan Hasil

40 Persen Balita Indonesia Alami Tumbuh Kembang tak Optimal

Anak Alami Speech Delay dan Cara Orang Tua Mengatasinya di Rumah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark