Sekda Yogya Sebut Pelonggaran Prokes Peluang Pulihkan Perekonomian

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Wisatawan berjalan-jalan tanpa menggunakan masker di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022). Beberapa wisatawan mulai tidak menggunakan masker saat berwisata usai adanya pelonggaran aturan pemakaian masker di tengah Pandemi Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo.
Wisatawan berjalan-jalan tanpa menggunakan masker di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022). Beberapa wisatawan mulai tidak menggunakan masker saat berwisata usai adanya pelonggaran aturan pemakaian masker di tengah Pandemi Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Aman Yuriadijaya mengatakan, pelonggaran protokol kesehatan (prokes) harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pelonggaran prokes menurutnya menjadi peluang untuk memulihkan perekonomian Kota Yogyakarta.

Salah satunya dengan menggenjot semaksimal mungkin sektor pariwisata. Pasalnya, kata Aman, sektor ini merupakan potensi terbesar Kota Yogyakarta.

Hal tersebut disampaikan Aman dalam penyambutan Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi yang sudah dilantik Ahad (22/5) kemarin. Aman menyebut, kedepannya akan ada banyak tantangan yang menuntut kerja keras Pemkot Kota Yogyakarta, terutama dalam pemulihan ekonomi.

"Melihat (potensi) Yogya harus melihat daya saingnya. Mau tidak mau, daya saing Yogya adalah pariwisata dan pendidikan. Dua lokomotif itulah yang akan menggerakkan gerbong pembangunan untuk sekarang dan masa yang akan datang," kata Aman.

Baca Juga

Aman menyebut, pihaknya akan segera menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Yogyakarta. Baik itu kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

"Kami akan mengajak seluruh pihak terkait untuk merumuskan rencana tidak yang jelas agar pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi di Yogyakarta berjalan makin cepat," ujarnya.

Aman juga menuturkan akan menjaga agar program kerja yang sudah ada tetap sesuai dengan koridor. Pihaknya akan terus bersinergi dengan Pj Wali Kota Yogyakarta dalam menjalankan program-program maupun urusan pemerintahan di Kota Yogyakarta.

"Oleh karenanya, fungsi kami yang lebih bermuara pada aspek teknokrasi tentu akan menjaga konsistensi program dan kegiatan yang telah dicanangkan," jelas Aman.

Selain itu, yang menjadi fokus kedepan yakni terkait persiapan pemilu dan pilkada 2024. Sebagaimana dalam keputusan Menteri Dalam Negeri, kata Aman, salah satu tugas dari Pj Wali Kota yakni mempersiapkan pemilu dan pilkada 2024.

"Karena itu, dalam beberapa waktu kedepan kami akan berproses dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk kesuksesan pemilihan umum," tambahnya.

Sementara itu, Sumadi mengatakan, akan berupaya mewujudkan program kerja Kota Yogyakarta. Tidak hanya dalam mempersiapkan pemilu, namun juga akan berupaya memaksimalkan potensi Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata.

Menurutnya, empat sampai tujuh persen orang yang pernah belajar maupun berkunjung, atau pernah ke Kota Yogyakarta pasti memiliki rasa ingin kembali ke Yogyakarta.

"Ketika saya tanya alasannya, mereka biasanya mengatakan (rindu) karena Yogya memiliki estetika dan budaya yang masih terjaga," kata Sumadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Wamenkes: Indonesia Ada di Fase Pandemi Terkendali

Pertama Kalinya, DIY Nihil Penambahan Kasus Covid-19

Saudi Larang Warganya Bepergian ke 16 Negara, Ini Alasannya

Produsen Obat Usulkan Negara Kaya Danai Pasokan Vaksin Negara Miskin Jika Ada Pandemi Lagi

Permintaan Terakhir Alm Achmad Yurianto Sebelum Wafat

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark