Khofifah Kagumi Pemikiran Intelektual Syafii Maarif

Red: Fernan Rahadi

Arsip Foto : Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas (kiri) dan tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif (kanan) menunjukkan buku Anotasi Delik Korupsi dan Delik Lainnya yang Berkaitan Dengan Delik Korupsi dalam RUU KUHP yang diluncurkan dalam diskusi media dengan tema
Arsip Foto : Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas (kiri) dan tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif (kanan) menunjukkan buku Anotasi Delik Korupsi dan Delik Lainnya yang Berkaitan Dengan Delik Korupsi dalam RUU KUHP yang diluncurkan dalam diskusi media dengan tema | Foto: ANTARA/Fanny Octavianus

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengagumi berbagai karya dan pemikiran intelektual Syafii Maarif, bahkan dikenal sebagai ulama kharismatik sekaligus cendekiawan bangsa.

"Makanya, saat mendengar kabar duka beliau wafat, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya," ujar Khofifah kepada wartawan di Surabaya, Jumat (28/5/2022).

Prof Dr KH Ahmad Syafii Maarif wafat pada usia 87 tahun usai mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, Jumat sekitar pukul 10.15 WIB. Mewakili masyarakat dan Pemprov Jatim, Khofifah mengucapkan duka cita mendalam serta merasa kehilangan figur yang layak dijadikan teladan rakyat Indonesia.

"Kami sampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Buya Syafii Maarif. Semoga beliau Husnul Khatimah, diterima semua amal ibadah dan diampuni khilafnya, di lapangkan kuburnya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucap Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Menurut Khofifah, tidak sedikit yang dapat diteladani dari pemikiran Syafii Maarif. Terlebih, Syafii Maarif pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, pendiri Maarif Institute, Guru Besar di IKIP Yogyakarta, termasuk sempat menjabat sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP).

"Beliau merupakan sosok inspiratif. Melalui gagasan yang dituangkan dalam tulisan mengenai Islam dan kebangsaan, beliau melahirkan ide-ide cemerlang, sehingga menjadi pembelajaran dan referensi kehidupan sosial keagamaan serta kebangsaan bagi semua," katanya.

Khofifah juga mengenang banyaknya nilai keteladanan yang ia dapatkan dari sosok almarhum, seperti karakter menonjol dalam diri Buya Syafii, yakni pembawaannya luwes dan tidak membeda-bedakan orang, sehingga merangkul semua golongan.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas karya-karya dan kajian yang disampaikan oleh Buya Syafii semasa hidup. Kabar ini merupakan duka bagi seluruh bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Jatim," tuturnya.

Sementara itu, sesaat setelah ada informasi Buya Syafii wafat, Gubernur Khofifah menginstruksikan Masjid Al Akbar Surabaya melaksanakan shalat ghaib usai shalat Jumat yang diikuti ribuan jamaah. Direncanakan, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut akan takziah ke kediaman keluarga Syafii Maarif di Yogyakarta pada Sabtu (28/5/2022) pagi.

 

Terkait


Fadli Sebut Buya Syafii Cendekiawan yang Kesederhanaannya Otentik

Buya Syafii Wafat, Wagub DKI: Mari Teruskan Perjuangannya

Buya Syafii Tutup Usia, Menko PMK: Kita Kehilangan Bapak Bangsa

Pesan Buya Syafii ke Haedar Nashir

Buya Syafii Meninggal, Kapolri: Kita Kehilangan Tokoh dan Bapak Bangsa

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark