Pakar Sebut Cacar Monyet Mirip Cacar Manusia

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq

 Foto dari mikroskop elektron yang dipasok Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada 2003 memperlihatkan virus monkeypox penyebab cacar monyet. Belgia menerapkan aturan karantina 21 hari untuk penderita cacar monyet.
Foto dari mikroskop elektron yang dipasok Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada 2003 memperlihatkan virus monkeypox penyebab cacar monyet. Belgia menerapkan aturan karantina 21 hari untuk penderita cacar monyet. | Foto: Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Divisi Penyakit Infeksi dan Tropis Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dominicus Husada menjelaskan, virus cacar monyet atau monkeypox memiliki banyak kemiripan dengan saudaranya yaitu cacar pada manusia.

Tanda utamanya adalah terdapat bintik berisi nanah atau cairan di banyak tempat pada tubuh, terutama anggota gerak. “Jika tidak muncul bintik, kecurigaan ke arah cacar monyet praktis rendah. Berbeda dengan cacar manusia yang selalu meninggalkan bekas atau menyebabkan kematian, cacar monyet relatif ringan. Jarang sekali yang memberat atau membuat kematian,” katanya, Senin (30/5/2022).

Dijelaskan, kontak erat antar manusia menjadi medium penularan virus. Cairan yang mengandung virus masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka, mata, mulut, atau saluran pernapasan. Di negara-negara Barat, salah satu faktor pendorong penularan virus ini adalah hubungan seks sesama jenis.

“Berbagai penyakit yang baru dikenal manusia beberapa tahun belakangan ini hampir semuanya berasal dari hewan, tapi sekarang pindah ke manusia. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola hidup manusia, interaksi dengan hutan dan seisinya, serta global warming,” ujarnya.

Biasanya virus cacar monyet menyerang orang dewasa, tetapi bisa juga menyerang anak-anak. Penyakit ini banyak ditemukan di Afrika sehingga dapat dibilang mereka mengalami wabah virus cacar monyet hampir setiap tahun baik di tingkat lokal maupun tingkat yang lebih luas.

“Saat ini, vaksin virus cacar monyet sudah tersedia di beberapa negara maju. Vaksin yang digunakan adalah vaksin untuk cacar manusia yang juga efektif untuk cacar monyet. Beberapa negara seperti USA mempunyai stok vaksin ini, tapi Indonesia tidak punya,” kata Dominicus.

Ia melanjutkan, jika ada orang yang dicurigai menderita cacar monyet, maka sebaiknya jangan berdekatan karena dengan kontak erat itulah penularan dapat terjadi. Jika tidak berdekatan dengan penderita, maka risiko tertular boleh dikatakan tidak ada.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Kena Cacar Monyet, Anak di Inggris Masuk ICU, Penderita Lain Bergejala Ringan

Infografis Asal Usul Cacar Monyet

WHO: Risiko Cacar Monyet pada Taraf Sedang

Puluhan Kasus Cacar Monyet Bermunculan di Nigeria

Apakah Cacar Monyet Berpotensi Jadi Pandemi? Ini Jawaban Epidemiolog

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark