Senin 13 Jun 2022 14:33 WIB

Punya Potensi Besar, Sleman Terus Berupaya Kenalkan Wisata Candi

Isu Candi Borobudur memicu masyarakat memberikan perhatian kepada eksistensi candi.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Pengunjung berjalan di situs Candi Barong, Sambisari, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad (14/2/2021). Candi bercorak Hindu yang terletak di atas perbukitan Prambanan tersebut dibangun sekitar abad IX masa kerajaan Medang dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah tentang keberadaan sejumlah situs cagar budaya di Yogyakarta.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Pengunjung berjalan di situs Candi Barong, Sambisari, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad (14/2/2021). Candi bercorak Hindu yang terletak di atas perbukitan Prambanan tersebut dibangun sekitar abad IX masa kerajaan Medang dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah tentang keberadaan sejumlah situs cagar budaya di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kabupaten Sleman, DIY, merupakan salah satu kabupaten/kota yang memiliki banyak wisata candi di Indonesia. Sayangnya, sampai hari ini masih sangat sedikit yang tahu Sleman sebagai daerah dengan begitu banyak pilihan destinasi wisata candi.

Candi Prambanan, misal, yang berlokasi di perbatasan Sleman dan Klaten, lebih banyak dikenal sebagai wisata Yogyakarta. Ini salah paham serupa yang dialami Candi Borobudur di Magelang, tapi malah lebih dikenal sebagai wisata Yogyakarta.

Selain Prambanan, Sleman memiliki rentetan destinasi wisata candi. Antara lain Istana Ratu Boko atau Istana Raja Baka, destinasi yang sebenarnya kompleks bekas istana yang dikelola Taman Wisata Candi (TWC), sebelah selatan Candi Prambanan.

Ada Candi Kalasan atau Candi Kalibening, berlokasi di Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan. Candi Sambisari yang berlokasi di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan. Candi Ijo yang ada di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Kalasan.

Lalu, ada Candi Barong yang berlokasi di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Kalasan. Selain itu, di sekitaran lokasi Candi Barong terdapat pula bangunan-bangunan bersejarah lain seperti Candi Miri, Candi Dawangsari, dan Candi Sumberwatu.

Candi Sari di Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan. Candi Banyunibo di Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan. Candi Gebang di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak. Lalu, Candi Abang di Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah.

Banyak candi lainnya yang sudah ditemukan tapi belum dikembangkan, atau belum ditemukan tapi sudah diprediksi keberadaannya. Candi Kimpulan, misal, di kompleks Universitas Islam Indonesia (UII), Kalurahan Umbumartani, Kapanewon Ngemplak.

Atas pelestarian yang dilakukan, UII dinobatkan sebagai pelestari warisan budaya Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY 2019. Rektor UII, Prof Fathul Wahid menilai, keberadaan candi-candi ini bentuk keharmonisan kehidupan sosial masyarakat.

"Indonesia sukunya 700an tapi bisa akur, kalau toh ada yang bertengkar memakai bantal itu biasa di rumah tangga, bukan berarti tidak akur, rumah tangganya masih nyaman, itu pesan yang ingin kita sampaikan dan akan terus kita rawat," kata Fathul, Senin (13/6/2022).

Dinas Pariwisata Sleman sebenarnya sudah lama pula melihat ini sebagai potensi besar yang sangat mungkin dapat dikembangkan. Bahkan, sempat mengusung mengembangkan predikat Sleman sebagai Kota Seribu Candi beberapa tahun lalu.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Aris Herbandang menuturkan, kerja sama telah dijalin bersama tujuh candi. Ada lima candi setidaknya yang jangka pendek berpotensi besar untuk dikembangkan.

Dalam waktu dekat, Dispar Sleman akan melakukan rapat bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) membahas strategi pengembangan. Apalagi, isu Candi Borobudur memicu masyarakat memberikan lagi perhatian lebih kepada eksistensi candi-candi.

Setidaknya, lanjut Bandang, paling tidak pengelola-pengelola harus bisa memberi peningkatan atas layanan yang akan diberikan kepada wisatawan. Karenanya, saat ini mulai dirintis pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada petugas retribusi.

"Kita bisa memberikan pemandu-pemandu di sana, sehingga ketika orang datang bisa langsung dijelaskan mulai dari mitos, sejarah, literasi dan historinya lengkap," ujar Bandang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement