Kamis 16 Jun 2022 09:24 WIB

Atasi Kekeringan, BPBD Batang Siapkan Truk Tangki 2.500 Liter Air

BPBD telah melakukan pemetaan sejumlah daerah rawan kekeringan.

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan.
Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Truk tangki yang mampu memuat 2.500 liter air disiapkan Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk membantu suplai air bersih kepada warga di wilayah rawan kekeringan.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan pihaknya bersiap menghadapi potensi bencana kekeringan karena kini sudah mulai memasuki musim kemarau.

"Setiap datang musim kemarau, sejumlah wilayah memang ada yang menjadi langganan kekeringan yang berujung pada krisis air bersih. Oleh karena itu, kami siapkan truk tangki berkapasitas 2.500 liter air untuk membantu suplai air bersih warga," katanya.

Ulul Azmi mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan sejumlah daerah rawan kekeringan seperti Kecamatan Bandar, Banyuputih, dan Kecamatan Tulis.

Untuk desa di wilayah Kecamatan Bandar meliputi Desa Wonokerso, Wonodadi, dan Wonokerto, kemudian di Kecamatan Banyuputih antara lain Desa Penundan dan Kalibalik sedang di Kecamatan Tulis ada di Desa Posong.

"Sejumlah wilayah tersebut menjadi langganan kekeringan pada musim kemarau. Kami rutin mengirimkan bantuan pasokan air bersih menggunakan truk tangki jika wilayah tersebut mengalami krisis air bersih," ujarnya.

Menurut dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya permintaan air bersih dari warga yang berada di wilayah yang mengalami krisis air bersih itu.

Selain menyiapkan droping air, lanjut Ulul, untuk penanganan kekeringan, pada tahun lalu pihaknya menyiapkan langkah pipanisasi ke wilayah krisis air bersih yang disalurkan dari sumber air, dan mengaktifkan pipa sumur milik ESDM Provinsi.

Ia mengatakan seharusnya pada Juni 2022 ini sudah memasuki musim kemarau. Namun intensitas hujan masih cukup tinggi mengguyur di wilayah ini.

"Diketahui, ini merupakan fenomena kemarau basah. Ya, seharusnya sudah masuk musim kemarau dan tidak terjadi hujan," kata Ulul Azmi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement