Kebutuhan Daging untuk Idul Adha di DIY Defisit 10 Persen

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi

Pedagang menunggu pembeli sapi di Pasar Hewan Ambarketawang, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (21/5/2022).
Pedagang menunggu pembeli sapi di Pasar Hewan Ambarketawang, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (21/5/2022). | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Pertanian DIY menyebut, kebutuhan masyarakat akan daging pada saat Idul Adha 2022 mengalami defisit sekitar 10 persen. Angka tersebut didapatkan dari perhitungan jumlah populasi hewan ternak dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat di DIY.

Menjelang Idul Adha ini, total populasi hewan ternak berkuku belah di DIY mencapai lebih dari 800 ribu ekor. Dari jumlah tersebut, 315 ribu ekor terdiri dari sapi, dan lainnya merupakan kambing dan domba.

"Terkait dengan nanti Lebaran Haji, memang kalau dihitung dari populasi yang dibutuhkan, ini memang masih ada kekurangan plus minus 10 persen," kata Kepala Dinas Pertanian DIY, Sugeng Purwanto kepada Republika belum lama ini.

Meskipun begitu, Sugeng menyebut, pada saat hari H Idul Adha, kekurangan tersebut akan tercukupi. Biasanya, kata Sugeng, akan lebih banyak transaksi jual beli hewan kurban di masyarakat pada saat Idul Adha nanti yang bisa menutup defisit tersebut.

"Biasanya di hari H berbagai penawaran dari masyarakat atau pelaku kegiatan usaha ini pada akhirnya cukup. Pada beberapa tahun yang lalu, pengalaman itu di atas kertas selalu ada defisit tapi pada akhirnya cukup," ujar Sugeng.

Namun demikian, di masa merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak saat ini, pihaknya pun berupaya agar ketersediaan daging di masyarakat tetap mencukupi. Pasalnya, lalu lintas hewan ternak di DIY diawasi dengan ketat agar PMK tidak semakin meluas.

DIY sendiri juga masih mendatangkan hewan ternak dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Setidaknya, kebutuhan hewan ternak di DIY 50 persennya harus didatangkan dari luar DIY.

"Karena ini ada situasi PMK, memang harus berjaga-jaga untuk bagaimana manajemen stok di masyarakat melalui kegiatan melalulintaskan hewan tetap dilakukan, tapi dengan tanda kutip dengan pengawasan yang lebih ketat," jelasnya.

Pihaknya sendiri telah mencatat kasus PMK pada hewan ternak di DIY sekitar 4.000 kasus. Meski begitu, jumlah tersebut dinilai masih kecil yakni di bawah satu persen jika dibandingkan dengan total populasi hewan ternak yang ada.

"Kita tidak menampikkan ada penularan di DIY, cuma angkanya masih sangat minim. Bagaimana Pak Menteri (Pertanian) sampaikan, angka di Indonesia masih sangat kecil. Populasi di DIY hanya 315 ribu untuk sapi, kalau dengan kambing dan domba 800 ribu sekian. Angka 4.000 itu kecil sekali sebenarnya," kata Sugeng.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Pemkot Jakut Periksa Puluhan Sapi Kurban dari Blora Jawa Tengah

Kebutuhan Daging untuk Idul Adha di DIY Defisit 10 Persen

Pasar Sapi di Pamekasan Sepi Akibat PMK

Menko Muhadjir: Vaksinasi Ternak Dipercepat, Prioritaskan Daerah Penyebaran PMK Tertinggi

Cirebon Temukan 63 Ternak Sapi Terpapar PMK

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark