UMP Kembali Gelar KKN Internasional, Ini Negara Tujuannya

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq

Kampus UMP.
Kampus UMP. | Foto: Dokumen.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali meluncurkan program KKN internasional. Program tersebut merupakan implementasi Tridharma perguruan tinggi bagi mahasiswa tahap akhir khususnya pada bagian pengabdian pada masyarakat.

Koordinasi dilakukan secara online dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia untuk pelaksanaan KKN Internasional. Koordinasi dipandu oleh Kepala Biro Urusan Internasional UMP Condro Nur Alim, dan dihadiri oleh ketua LPPM UMP Dr Suwarno, Sekretaris LPPM Dr Agus Mulyadi, dan segenap panitia KKN UMP serta panitia KKN dari PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah) lainnya.

Pada kesempatan itu, Condro melaporkan jumlah mahasiswa yang melaksanakan KKN berjumlah 32 orang dengan melibatkan 12 PTMA. Kegiatan KKN akan dilaksanakan mulai 28 Juli sampai 19 Agustus 2022.

”KKN internasional akan diawali dengan pembekalan kepada mahasiswa yang materinya akan diberikan oleh PTMA maupun PCIM. Pembekalan diharapkan akan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang apa yang harus disiapkan dan apa yang akan dilakukan di Malaysia,” jelasnya, Rabu (22/6/2022).

Lebih lanjut Condro mengatakan, lokasi KKN diserahkan sepenuhnya kepada pihak PCIM sehingga karakteristik lokasi juga akan disampaikan dalam pembekalan.

Sementara itu, Dr Agus Mulyadi mewakili dari LPPM UMP mengatakan saat ini UMP merancang kegitan KKN dalam 4 skema, yaitu KKN reguler, KKN MAs, KKN 3T, dan KKN internasional.

“KKN internasional merupakan salah satu upaya internasionalisasi UMP melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa maupun dosen. Program ini mengambil sasaran di bidang keagamaan, keilmuan, seni, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Agus menambahkan bahwa program diharapkan bisa membantu PCIM Malaysia dalam memberdayakan masyarakat lokal maupun warga migran dari Indonesia.

Muliadi mewakili Ketua PCIM Malaysia menyampaikan PCIM sudah siap menerima mahasiswa dari PTMA Indonesia yang akan melaksanakan KKN di Malaysia. PCIM berharap agar persiapan mahasiswa yang akan dikirim ke Malaysia dapat berjalan sesuai rencana.

Diharapkan program yang dijalankan dapat lebih baik lagi dibanding tahun sebelumnya, khususnya terkait program yang bersesuaian dengan kegiatan PCIM.

Prof Harun mewakili Asosiasi LPTK (Lembaga Penyelenggara Tenaga Kependidikan) PTMA yang menyelenggarakan KKN Pendidikan Kemitraan Internasional menyampaikan KKN internasional yang sudah berjalan beberapa kali perlu juga dikaitkan dengan program KKN pendidikan yang dilaksanakan oleh LPTK PTMA.

“Apa yang disiapkan LPTK PTMA bertujuan untuk melengkapi program yang sudah dilaksanakan oleh Dr Suwarno pada kegiatan KKN Internasional sebelumnya. Skema yang dikembangkan selanjutnya menjadi program KKN Pendidikan Kemitraan Internasional,” jela dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Dosen Perlu Tingkatkan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Tridharma Perguruan Tinggi Bisa Masukkan Isu Stunting

Dosen Prodi Ilmu Komputer Kenalkan AI kepada Warga

Pandemi Belum Usai, Dosen UNM Giat Beri Penyuluhan

Universitas BSI Teken MoU dengan DPD Apvokasi Kota Pontianak

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark