Jumat 24 Jun 2022 03:30 WIB

Mahasiswa UMM Kaji Gel Anti-Jerawat Berbahan Herbal

Daun mengkudu dan daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nia Yuniar Fitriana Putri membuat tulisan esai mengenai inovasi baru berupa gel anti jerawat dari bahan herbal. 
Foto: Dok. Humas UMM
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nia Yuniar Fitriana Putri membuat tulisan esai mengenai inovasi baru berupa gel anti jerawat dari bahan herbal. 

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang umum terjadi di masyarakat, terutama pada kaum remaja. Timbulnya jerawat di wajah juga dapat menurunkan kepercayaan diri. 

Melalui sebuah karya esai, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nia Yuniar Fitriana Putri membuat inovasi baru berupa gel anti jerawat dari bahan herbal. Esai ini berhasil meraih juara 2 dalam event Farmakesta Competition 2022 pada pertengahan Juni lalu.

Baca Juga

Tema  besar yang diangkat pada lomba esai tersebut adalah Inovasi Obat atau Obat Herbal dan Kosmetika. Dari hasil riset berupa jurnal-jurnal yang telah dibaca, Nia mengambil sebuah ide dengan judul "Gel Anti Jerawat Kombinasi Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifoli L.) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.)".

Nia yang merupakan mahasiswa farmasi ini menjelaskan, daun mengkudu dan daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri sehingga memiliki potensi sebagai obat jerawat. Untuk diketahui, selama ini jerawat biasanya diobati dengan antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang bisa menyebabkan resistensi, kerusakan kulit dan imunohipersensitivitas. 

"Maka dari itu, saya ingin membuat alternatif yang lebih aman untuk obat anti jerawat dari bahan-bahan herbal,” jelas Nia.

Sebelum menentukan judul, Nia telah melakukan riset terlebih dahulu mengenai penyakit apa yang sekiranya umum terjadi di masyarakat. Begitupun dengan permasalahan kesehatan apa yang saat ini sering dialami orang-orang.

Setelah sudah jelas masalahnya, Nia menentukan kira-kira produk apa yang menarik dan dibutuhkan. Nia biasanya mencari inspirasi judul melalui jurnal-jurnal. "Kemudian menentukan ide apa yang menarik dan belum pernah dibahas oleh para peneliti sebelumnya,” kata Nia dalam pesan pers yang diterima Republika, Kamis (23/6/2022).

Nia mengaku aktif mengikuti lomba esai. Keikutsertaannya tak sia-sia. Usaha dan semangat Nia membuahkan kemenangan. Lomba esai ini merupakan kedua kalinya bagi Nia mendapatkan juara di kategori esai tingkat nasional. 

Selain esai, Nia juga aktif mengikuti Karya Tulis Ilmiah (KTI) bersama timnya dan sebelumnya berhasil meraih juara 3 tingkat nasional. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu karena saya bisa merasakan kemenangan ini lagi, setelah sebelumnya saya mengalami beberapa kekalahan di perlombaan,” ungkap mahasiswi asal Jombang ini.

Nia berharap, esai yang telah dibuatnya bisa menjadi inspirasi dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Di samping itu juga bisa dikembangkan menjadi produk obat jerawat berbahan hewan yang terbaru. 

Nia berharap masih tetap semangat menuangkan ide kreatif dan inovatif di penulisan esai lainnya. Dengan demikian, dia mampu memberikan sumbangsih bermanfaat. "Begitupun dengan teman-teman maahsiswa lain yang harus terus berinovasi agar mampu menjadi mahasiswa yang memberikan solusi di tengah permasalahan yang terjadi,” kata dia menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement