Pemkab Purbalingga Siap Ambil Peluang Dana Hibah Kedaireka

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq

Dewan Pembina bersama Staf Ahli Bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) beraudiensi dengan Pemkab Purbalingga di Ruang Rapat Bupati.
Dewan Pembina bersama Staf Ahli Bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) beraudiensi dengan Pemkab Purbalingga di Ruang Rapat Bupati. | Foto: Dokumen

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA - Dewan Pembina bersama Staf Ahli Bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) beraudiensi dengan Pemkab Purbalingga di Ruang Rapat Bupati. Pada kesempatan ini, Apkasi menyosialisasikan akan adanya dana hibah Kedaireka dari Ditjen Diktiristek Kemendikbud Ristek kepada pemerintah daerah yang dijembatani oleh Apkasi.

Staf Ahli Bidang Pendidikan Apkasi, Dr Himmatul Hasanah mengungkapkan, sebelumnya Kemendikbud Ristek telah melakukan MoU dengan Apkasi sebagai organisasi yang mewadahi pemerintah daerah. Dana hibah Kedaireka ini sebagai upaya mendorong inovasi, kreativitas perguruan tinggi, pengabdian masyarakat, sekaligus mendukung program di masing-masing daerah.

Dana ini akan turun kepada perguruan tinggi yang ditunjuk untuk bersinergi. Pemerintah daerah hanya mengajukan program daerah yang dimiliki yang siap dikerjasamakan dengan perguruan tinggi.

"Dana ini sifatnya sharing, misal pemerintah menganggarkan Rp 1 miliar maka dana hibah akan diberikan Rp 1 miliar sehingga total Rp 2 miliar," kata Himma.

Ia menambahkan program pemerintah daerah yang bisa disinergikan dan dikembangkan bersama perguruan tinggi ini menyangkut lima aspek. Di antaranya ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, kemandirian kesehatan, dan pariwisata.

"Ekonomi Hijau, misalnya berkaitan dengan pertanian berkelanjutan, konservasi, dan energi terbarukan," ungkapnya. Lebih lanjut, Ekonomi Biru, misalnya berkaitan dengan budi daya dan pengelolaan sumber daya laut, pengembangan teknologi pengelolaan sumber daya laut.

Kemudian, Ekonomi Digital berupa pengembangan industri gim dan animasi, pembuatan dan pengembangan layanan berbasis teknologi untuk UMKM.

Kemandirian Kesehatan antara lain pembuatan dan pengembangan alat kesehatan, pembuatan dan pengembangan obat herbal dan non-herbal dan penanganan permasalahan stunting. Sedangkan Pariwisata di antaranya berkaitan dengan  pengembangan dukungan program wisata di lima destinasi super prioritas serta pengembangan platform dan database untuk melakukan kurasi budaya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti selaku pejabat yang menerima audiensi menyambut positif peluang tersebut. Terlebih saat pandemi Covid-19 ini telah mengurangi kemampuan APBD untuk mendukung banyak hal.

"Kami tertarik tadi terkait sinergi dengan perguruan tinggi, terlebih kami di anggaran peningkatan kapasitas sangat terbatas," katanya.

Selanjutnya Sekda meminta kepada para kepala dinas untuk memetakan dan mensinkronkan program kegiatannya yang bisa dikerjasamakan dengan perguruan tinggi untuk diusulkan. Dukungan perguruan tinggi tersebut diharapkan bisa mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Purbalingga.

"Nanti mohon kami dipandu, nanti bisa dilihat rencana APBD 2023 mana potensi yang bisa akan disinergikan dengan perguruan tinggi melalui dana hibah Kedaireka," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Purbalingga Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 13 Persen pada 2024

Pemkab Purbalingga: Stok Sapi Qurban Cukup untuk Idul Adha

DPRD-Pemkab Purbalingga Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021

Punya Sederet Prestasi, Desa Karangtengah Purbalingga Dapat Ambulans Siaga

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Bangun Kemandirian Fiskal

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark