Sleman Kejar Capaian Booster Antisipasi Gelombang Baru Covid

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 di Mushola Al Hidayah, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta.
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 di Mushola Al Hidayah, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, DIY, tetap mewaspadai potensi kembali terjadinya gelombang penularan Covid-19. Walaupun kasus terkonfirmasi positif aktif di Sleman terus turun, ada tren kenaikan menjelang pertengahan tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, penurunan secara signifikan terhadap kasus aktif Covid-19 turut terjadi di Sleman. Ini salah satunya terjadi karena tidak ada kewajiban swab PCR pelaku perjalanan.

Ia mengungkapkan, prediksi nasional peningkatan kembali kasus terkonfirmasi positif Covid-19 akan terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Karenanya, Cahya menekankan, semua harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

Cahya mengingatkan, walaupun B4-B5 merupakan varian dari Omicron, kecepatan penularan virus tersebut sangat cepat. Maka itu, ia merasa, semua tetap harus bersiap, usahakan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker.

Selain itu, ia berharap, seluruh masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi tahap ketiga atau booster. Sebab, sekalipun kita tidak tahu varian-varian apa lagi yang masuk ke Indonesia, setidaknya perlindungan diri masyarakat sudah baik.

"Kami harap, semua booster, kita tidak tahu varian apa lagi yang akan masuk, kalau kita sudah dibooster apapun varian yang masuk akan tetap ringan, saya harapkan capaian booster karena baru 37-38 persen," kata Cahya, Rabu (29/6/2022).

Ia menargetkan, setidaknya Kabupaten Sleman mampu mencapai vaksinasi booster sampai 70 persen. Apalagi, lanjut Cahya, target dari Gubernur DIY pada akhir Juli 2022 nanti harus tercapai setidaknya 50 persen untuk vaksinasi booster.

Untuk itu, ia menerangkan, Kabupaten Sleman masih menyiagakan sentra vaksinasi di Sleman City Hall (SCH) yang bisa diakses setiap akhir pekan. Selain itu, booster bisa didapatkan di puskesmas-puskesmas bersama BIN, TNI, maupun Polri.

Meski begitu, ia memahami, animo masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi booster tidak sebesar tahap pertama dan tahap kedua. Bahkan, ketika agenda-agenda vaksinasi sudah didekatkan ke polsek-polsek atau kalurahan-kalurahan.

"Ini nanti kalau tidak tercapai 50 persen mungkin akan diberlakukan lagi syarat syarat seperti swab PCR bagi pelaku perjalanan," ujar Cahya.

Per hari ini, Pemkab Sleman turut menyerahkan Shelter Covid-19 Asrama Haji ke Kemenag Sleman. Bupati Sleman, Kustini Purnomo menambahkan, Januari-Desember 2021 penghuni mencapai 1.311 orang, 921 dari Sleman dan 390 dari luar Sleman.

Jumlah pasien yang dirujuk ke RS 11 orang karena lemas, mual, muntah, diare, dan saturasi oksigen 80-90 persen. Pasien dirujuk ke RSIH PDHI, RSUD Muntilan, RSA UGM, RS PKU Gamping, RSUP Dr Sardjito, RSUD Sleman, dan RS At Turots Al Islamy.

"Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemkab Sleman masih mengoperasikan Shelter Rusunawa Gemawang," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Vaksinasi Booster di Indonesia Capai 50 Juta Orang

Cakupan Jaminan Sosial Kesehatan Sleman Capai 96 Persen

Vaksin Booster COVID-19 Penting untuk Kesehatan Lansia

ITAGI Ingatkan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Booster untuk Lansia Rendah

Luhut: Vaksin Booster Bisa Jadi Syarat Perjalanan Jika Kasus Covid Terus Naik

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark