Senin 18 Jul 2022 17:39 WIB

Muscab IDI Boyolali, Perjuangkan Dua Hal untuk Dokter

Saat ini dokter dihadapkan dengan tantangan yang semakin berat.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
 Acara Musyawarah Cabang (Muscab) yang dilangsungkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Boyolali di Aula Lantai 4 RSI Boyolali.
Foto: Dokumen
Acara Musyawarah Cabang (Muscab) yang dilangsungkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Boyolali di Aula Lantai 4 RSI Boyolali.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Boyolali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Aula Lantai 4 RSI Boyolali. Pada kesempatan itu juga dilangsungkan pemilihan ketua periode 2022-2025.

Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, Djoko Handojo, dalam sambutannya menegaskan IDI sedang memperjuangkan dua hal. Diantaranya perlindungan hukum dokter serta kesejahteraannya. “Kami ingin, rekan-rekan sejawat ini memiliki imunitas dalam menjalankan pekerjaannya sebagai dokter,” katanya.

Djoko mengatakan jika ada sesuatu hal, jangan langsung dihukum. Sebab di IDI, ada etika dan disiplin yang harus ditegakkan. Semisal jika ada anggota IDI yang melanggar, maka akan diberi sanksi sendiri.

“Harapannya, agar para dokter tetap dapat menjalankan tugasnya dengan nyaman dan mendapat perlindungan terbaik,” jelasnya.

Djoko menjelaskan kesejahteraan yang dimaksud adalah untuk masyarakat. Artinya, kualitas kesehatan menjadi tuntutan agar masyarakat mencapai kesejahteraannya.

“Karena itu, para dokter harus didukung untuk terus meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan,” kata dia.

Sementara itu, anggota IDI Boyolali tercatat ada 280, namun yang 125 tidak aktif. Walaupun ada organisasi seprofesi lain (PDSI), IDI Cabang Boyolali tetap mengukuhkan semangat kebersamaan dan persatuan.

“Kita sebagai anggota IDI intinya tetap satu. Artinya dengan kita rukun itu ternyata bisa menjadikan sesuatu lebih baik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Puji Astuti dalam sambutannya.

Puji menegaskan agar tidak perlu mengikuti suasana perpecahan seperti di luar. Namun, meyakini bahwa IDI Boyolali tetap satu dan tetap guyub.

Ia menambahkan apalagi saat ini dokter dihadapkan dengan tantangan yang semakin berat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan saling bertukar energi dalam kebersamaan.

“Sehingga bisa semakin guyub dan berkarakter untuk membawa IDI Boyolali semakin menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Boyolali, M Said Hidayat yang hadir menyampaikan, untuk pemilihan Ketua IDI Cabang Boyolali agar berjalan secara damai dan tidak perlu bertikai.

Ia menambahkan setelah selesai dipilih, ketua harus kembali ke keluarga besar IDI Boyolali. Said juga menyampaikan IDI Boyolali adalah IDI yang metal.

“Hanya ada satu IDI, IDI yang metal. Jadi IDI yang siap melangkah bersama, menata bersama dengan penuh totalitas, untuk membangun Boyolali mewujudkan situasi masyarakat yang semakin sehat ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muscab IDI Cabang Boyolali, Antonius Christanto, menyampaikan setidaknya setiap tiga tahun sekali mengadakan muscab. Namun, ketika 2021 tertunda karena pandemi.

“Seharusnya kami melakukan Muscab IDI Cabang Boyolali ini tahun lalu, akan tetapi karena pandemi Covid 19, kita baru dapat melakukan acara tersebut pada hari ini,” jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement