Rabu 27 Jul 2022 09:41 WIB

Dokter Universitas Brawijaya Ciptakan Komik Edukasi Kesehatan Mata

Orangtua kerap kesulitan menghilangkan kebiasaan 'screen time' pada anak.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Tiga dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) merilis komik bertema kesehatan mata dan bertajuk Bunga dan Langit.
Foto: Humas UB
Tiga dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) merilis komik bertema kesehatan mata dan bertajuk Bunga dan Langit.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun terakhir telah berdampak pada kebiasaan dan kesehatan. Salah satunya adalah kesehatan mata.

Paparan cahaya ponsel atau laptop secara berlebih pada anak selama pandemi juga berdampak pada kesehatan mata. Salah satu yang dirasakan, yakni mata lelah pada dewasa dan anak-anak. Berdasarkan permasalahan ini, tiga dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) Malang merilis komik bertema kesehatan mata dan bertajuk Bunga dan Langit.

Dhelya Widasmara, Nanda Wahyu Anandita dan Lely Retno Wulandari merupakan tiga pengarang komik berjudul Bunga dan Langit si Dokter Cilik Vol.2 : Yuk Jaga Kesehatan Mata Kita dari Gadget. Dengan mengambil tema kesehatan mata, tiga dosen ini berupaya mengenalkan penyakit akibat gawai. Salah satunya, yakni penyakit Computer Vision Syndrome (CVS).

Menurut Dhelya, tiap tahun dalam rangka Hari Anak Nasional, dia acap mengeluarkan satu komik sesuai dengan tema. Pada tahun ini menyesuaikan subtema Hari Anak yakni Anak Tangguh Pasca Pandemi, maka Dhelya memilih tema kesehatan mata. Tema ini dianggap sesuai karena dua tahun belakangan masyarakat lebih sering menatap gadget.

Setelah pandemi, hal yang perlu diupayakan adalah bagaimana kembali lagi berkegiatan di luar ruangan dan kembali bermain layangan. Orang tua juga perlu mencontohkan kepada anak, tentang bijak menggunakan gadget.

Dhelya mengatakan, selain tentang gejala CVS, komik Bunga dan Langit juga memberikan pemahaman tentang penggunaan kacamata dan panduan memelihara kesehatan mata. Hal ini sesuai dengan keahlian dua rekannya yang merupakan dokter subspesialis mata anak. "Sehingga lebih mudah menyampaikan tentang kesehatan mata anak," ujar Dhelya di Kota Malang, Selasa (26/7/2022).

Ada beberapa alasan yang membuat timnya menciptakan komik dengan topik tersebut. Salah satunya, yakni banyaknya keluhan dan kekhawatiran dari para orang tua karena sulit menghilangkan kebiasaan screen time pada anaknya. Padahal kebiasaan tersebut dalam jangka panjang akan menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) sehingga bisa membuat mata kabur, kurang fokus dan mata kering.

Melalui komik ini, Dhelya dan tim berharap dapat memberikan pemahaman kepada anak. Hal ini khususnya siswa sekolah dasar untuk memperhatikan dan menjaga kesehatan mata.

Menurut Dhelya, dalam komik ini terdapat edukasi efek screen time yang terlalu panjang dan gejala CVS. Timnya  juga berupaya untuk mengajak anak agar tidak takut ke dokter spesialis. "Karena mata adalah jendela dunia dan juga aset anak di masa depan,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement