Penampilan Kesenian DIY di Istana Merdeka Diharapkan Tarik Wisatawan

Red: Muhammad Fakhruddin

Penampilan Kesenian DIY di Istana Merdeka Diharapkan Tarik Wisatawan (ilustrasi).
Penampilan Kesenian DIY di Istana Merdeka Diharapkan Tarik Wisatawan (ilustrasi). | Foto: ANTARA FOTO/Pool/Sigid Kurniawan

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berharap penampilan tiga kesenian tradisional asal DIY pada Upacara Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke provinsi ini.

"Ditampilkannya kesenian kita secara nasional di sana, nanti kan orang ingin datang ke Yogyakarta, seperti tagline kita 'Yogya Ngangeni'. Bangga sekali," kata Plh Asisten Administrasi dan Umum Sekda DIY Benny Suharsono di Yogyakarta, Rabu (17/8/2022).

Kesenian tradisional Rinding Gumbeng adalah satu dari tiga jenis kesenian asal DIY yang terpilih untuk ditampilkan pada Upacara Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Kesenian Rinding Gumbeng yang berasal dari Ngawen, Gunung Kidul itu telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dengan nomor registrasi 201700512 tahun 2017.

Baca Juga

Seni musik yang dimainkan oleh sebanyak 20 musisi dengan menggunakan rinding atau alat musik yang terbuat dari bambu itu membawakan tiga buah lagu yakni "Rayuan Pulau Kelapa", "Sepasang Mata Bola", dan "Indonesia Pusaka".

Karena tiga kesenian daerahnya terpilih untuk tampil, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pun diundang oleh Presiden Joko Widodo sebagai tamu kehormatan untuk menghadiri upacara di Istana Merdeka.

Beny mengatakan bahwa nasionalisme bisa dipupuk melalui kebudayaan DIY untuk Indonesia sehingga mampu memberikan sumbangsih seni tradisi lokal dalam rangka memperkuat Kebudayaan Nasional.

"Ini menjadi penumbuh kekuatan kita bahwa Yogyakarta itu memang eksotik, memang luar biasa," ujar Beny.

Beny yang juga Ketua Panitia Peringatan HUT ke-77 RI di DIY itu mengatakan bahwa Indonesia terutama DIY harus cepat tumbuh supaya bisa bangkit dengan lebih kuat.

Momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ini, menurut dia, merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk tumbuh lebih kuat lagi karena Pandemi COVID-19 sudah makin melandai sehingga semangat untuk kembali bangkit bisa lebih besar lagi.

"Kita harus siap untuk berubah. Optimisme harus kita dapatkan. Kalau mau maju tidak boleh tidak optimis. Contoh langkah konkretnya adalah kita sudah melakukan perbaikan terhadap vaksin baik kesatu, dua, dan tiga, bahkan kini yang keempat untuk tenaga kesehatan," ucap dia.

Upaya bangkit dari kemiskinan, menurut dia, juga perlu diwujudkan dengan memperkuat sektor ekonomi kreatif di DIY.

"Kita lihat juga tren pertumbuhan ekonomi seperti apa untuk mengurangi angka kemiskinan. Itu semua terus kita upayakan," kata Beny.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka (1)

Kesenian DIY Semarakkan HUT RI di Istana Negara, Bappeda: Bangga

Gladi Kotor Upacara Detik Proklamasi RI di Istana Merdeka

Presiden Lantik Komisioner KPU dan Bawaslu di Istana Merdeka

Lalu Lintas di Istana Merdeka Lengang Saat Aksi Damai 11 April

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark