Selasa 30 Aug 2022 22:53 WIB

Penyelenggara Buka Suara Terkait Harga Stand 12 Juta di Sekaten

Harga tinggi dipengaruhi biaya operasional serta fasilitas tenda.

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin
Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengarak gunungan menuju Masjid Agung pada perayaan Grebeg Sekaten 2019 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2019).
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengarak gunungan menuju Masjid Agung pada perayaan Grebeg Sekaten 2019 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11/2019).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Pihak penyelenggara angkat suara terkait protes pedagang atas mahalnya harga stand di Sekaten. Harga stand berkisar antara Rp 3,5-12 juta menyesuaikan ukuran dan lokasi stan. 

Muntohir selaku penasihat penyelenggara acara dari Diana Ria Enterprise, mengkonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan harga tinggi dipengaruhi biaya operasional serta fasilitas tenda. 

Baca Juga

"Kalau dulu kan Sekatenan (maaf) berantakan. Kita lihat ada tenda tidak teratur di sana-sini, tidak ada yang mengarahkan, jadi dulu memang lapak saja. Harusnya stan itu ukuran 3x3 meter jadi masang 3x6 meter, 3x4 meter, jadi akses jalan ditutup," ungkap Muntohir saat dihubungi, Senin (30/8/2022). 

Menurutnya, kontras harga stand Sekaten saat ini dengan beberapa waktu lalu juga dipertimbangkan oleh penataan lokasi agar lebih teratur. Pihaknya pun juga sudah berkoordinasi dengan Keraton Kasunanan Surakarta dan pihak kepolisian guna mengamankan acara. 

"Sudah ada kesepakatan sebenarnya, para pedagang itu sudah ngomong sendiri kekuatannya berapa. Dari 7 juta turun 5 juta terus dealnya pada Rp 3,5 juta," katanya.

Selanjutnya, Muntohir mengatakan harga tertinggi Rp 12 juta yang ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan dan pedagang kelas besar. Nominal itu juga dinilai sesuai dengan fasilitas yang didapat. 

"Bahkan harga Rp12 juta itu tidak semua, cuma cuma 48 stan di sekitar jalur utama. jadi wajar kalau kita (patok dengan harga Rp12 juta)," jelasnya. 

Menurutnya, penataan pedagang Sekaten dapat menambah kenyamanan pengujung. Namun, tidak melupakan pedagang kecil yang nantinya akan diberikan fasilitas secara gratis. 

"Roh Sekaten itu ibu-ibu yang jual pecut, telur, gendongan kinang, nah mereka itu nanti kita kasih tenda di pelataran masjid, InsyaAllah saya gratiskan. Nanti dikasih lampu, ditata biar rapi," ungkapnya. 

Sementara itu, Wali  Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa harga tersebut termasuk mahal. Pihaknya mengatakan Disbudpar sudah melakukan koordinasi dengan panitianya.

"Tadi pak Aryo soal harga sama panitia. Tapi saya tidak menyarankan harga segitu, kita kalau bikin bazar tidak sampai 12 juta. Kasihan warga, pedagang sama pengunjungnya. Saya sarankan jangan segitu yang wajar-wajar saja," ujar Gibran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement