Masyarakat Mampu Diminta Membeli BBM Non Subsidi

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq

Tangkapan layar video saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berdialog dengan konsumen BBM di SPBU Rest Area 379A, ruas tol Semarang- Batang yang viral di media sosial.
Tangkapan layar video saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berdialog dengan konsumen BBM di SPBU Rest Area 379A, ruas tol Semarang- Batang yang viral di media sosial. | Foto: dok. istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Unggahan video yang merekam Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memantau aktivitas layanan pengisian BBM di SPBU Rest Area 379A, ruas tol Semarang- Batang, viral di media sosial. Dalam video yang diambil gambarnya pada Rabu (7/9/2022) ini, tampak gubernur menyambangi sejumlah pengendara yang tengah mengantre dan mengisi BBM.

Sebelumnya, perhatian orang nomor satu di Provinsi Jateng ini tertuju pada antrean kendaraan yang terlihat di satu dispenser pengisian BBM jenis pertalite di SPBU ini. Sebab sejumlah kendaraan yang secara klasifikasi mestinya mengonsumsi BBM non subsidi justru mengisi pertalite, cukup menyita perhatian gubernur.

Sampeyan nyambut gawe ning ngendi? (Anda bekerja di mana, red.),” tanya gubernur kepada salah seorang pria yang sedang mendapatkan pelayanan pengisian BBM jenis pertalite.

Pria yang dimaksud pun menjawab pertanyaan itu dan mengaku bekerja sebagai kontraktor. Mendengar jawaban tersebut, gubernur pun terkejut.

“Kontraktor kok tukune bensin subsidi ki lho? Kontraktor tukune yo pertamax (Kontraktor kok membeli BBM subsidi? Kontraktor belinya ya pertamax),” timpalnya.

Pada kendaraan lain yang dikendarai oleh sejumlah penumpang, gubernur juga menanyakan alasan kenapa membeli Pertalite. “Sesuai isi kantong, Pak,” jawab salah seorang perempuan dari dalam mobil.

Dalam dialog selanjutnya belakangan terungkap jika rombongan dalam mobil tersebut bekerja di perbankan, tepatnya bank BCA.

“Orang BCA kok belinya pertalite itu lho, belinya pertamax! Ini (pertalite) untuk yang nggak mampu. Bankir kok belinya pertalite lho, tak teleponin dirutnya BCA lho,” tegas gubernur.

Terkait temuan di lapangan tersebut, Ganjar pun menyampaikan, dari sisi pasokan BBM sejauh ini masih bagus di SPBU. Namun ia menyayangkan masih ada masyarakat kategori mampu yang tetap mengonsumsi pertalite.

Misalnya ada pegawai bank yang mau piknik, handphonenya bagus-bagus, beli BBM-nya masih pertalite, jenis BBM yang semestinya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang memang kurang mampu.

Maka ia pun harus mengingatkan agar berikutnya jangan membeli pertalite lagi. Tetapi membeli BBM yang tidak bersubsidi agar bisa berbagi dengan masyarakat yang lain.

“Saya minta, tolong bagi yang mampu jangan membeli pertalite lagi, tetapi harus membeli jenis BBM yang non subsidi,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Pemerintah Diminta Percepat Pendataan Penerima Bantuan Dampak Kenaikan BBM

Wamenkeu Klaim Kuota BBM Subsidi Sudah Ditambah

Harga Naik, Pemerintah Tetap akan Batasi Penjualan BBM Subsidi

Kampus Dinilai Perlu Lebih Adaptif Berikan Ruang Kreasi Mahasiswa

Ini Pesan Gubernur kepada Panitia Penyelenggara DCF 2022

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark