Mahasiswa UB Ciptakan Permen Vitamin Rambut dari Daun Kelor

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan vitamin rambut dari daun kelor dan mangkokan.
Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan vitamin rambut dari daun kelor dan mangkokan. | Foto: Humas UB

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG --  Rambut merupakan salah satu aspek tubuh yang tidak dapat dipisahkan dari tubuh manusia. Dalam hal ini termasuk rambut yang tumbuh di kepala manusia.

Rambut kepala diketahui mampu membantu menjaga suhu kulit kepala. Bahkan, bisa juga membantu melindungi tengkorak dari benturan.

Di sisi lain, rambut juga sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Sebab itu, menjaga kesehatan rambut merupakan salah satu upaya yang perlu dan banyak dilakukan. Pasalnya, ada banyak penyakit dan masalah yang terjadi pada rambut.

"Salah satunya adalah kerusakan pada rambut, khususnya rambut rontok bisa terjadi karena dua penyebab, yaitu endogen dan juga eksogen," ujar mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Anita Sekar Kusumastuti di Kota Malang.

Menurut Anita, penyebab kerontokan oleh endogen bisa terjadi karena adanya penyakit sistemik dan hormon. Selain itu, juga bisa dikarenakan adanya masalah pada kandungan gizi yang memenuhi tubuh. Kemudian juga karena intoksikasi dan kelainan genetik.

Sementara itu, penyebab eksogen bisa berasal dari lingkungan ataupun kosmetik rambut. Dengan kata lain, seperti paparan panas, sinar matahari, suhu air, shampoo, pengeriting, pewarna, dan lain sebagainya.

Dari banyaknya penyebab kerusakan rambut tersebut, terdapat beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan melalui pengobatan dalam maupun luar. Beberapa di antaranya melalui penggunaan obat-obatan tonik.

Hal ini bisa juga dengan memperhatikan kandungan dari asupan makanan yang dikonsumsi. Melihat permasalahan tersebut, Anita bersama empat anggota timnya berinisiatif untuk membuat sebuah permen vitamin untuk rambut.

Uniknya, mereka menggunakan bahan dasar daun mangkokan dan daun kelor. Ada pun empat anggota tim lainnya, yakni Komang Winda Saraswanti, Nabilla Aryanti, Sania Azmi Aniqoh, dan Rachmad Pratama Fauzi.

Menurut Anita, GumGum Hair merupakan inovasi vitamin untuk mempertahankan rambut tetap sehat berkilau walaupun di tengah padatnya aktivitas. Produk tersebut dikemas dalam dua jenis pengemasan yaitu pouch dengan isi 30 pcs dengan harga Rp 28 ribu per pouch.

Kemudian pengemasan botol vitamin diisi dengan 60 pcs permen dengan harga Rp 40 ribu. Anita memastikan, produknya mengandung zat besi, Vitamin B1, Vitamin C, dan Zinc. Nutrisi-nutrisi ini dinilai berperan dalam membantu produksi hormon-hormon yang penting untuk kesehatan rambut.

Anita selaku ketua tim mengatakan, dipilihnya daun mangkokan dan kelor karena dikenal memiliki zat dalam golongan saponin. Kemudian juga terdapat kandungan alkaloid, asetilena, diterpenoid, triterpenoid, panaksosida, vitamin A, B, C, D, E, minyak atsiri, dan emetin.

Ketika dikonsumsi, kata dia, kandungan tersebut memiliki banyak keuntungan. Dalam hal ini seperti antiinflamasi, diuretik, obat batu ginjal, melancarkan peredaran darah, dan lain-lain.

Selain itu, kandungan alkaloid dalam tanaman daun mangkokan mampu memperbesar tangkai rambut. Dengan demikian, mampu mempermudah suplai zat makanan yang dapat menutrisi rambut.

Lalu kandungan saponin dapat menstimulasi pertumbuhan rambut agar tidak mengalami kebotakan yang disebabkan oleh hormonal dan tanin dapat membantu dalam menutrisi rambut. Ia menyatakan, target pasar dari produk GumGum Hair dapat diakses secara daring melalui Shopee dan Tokopedia.

Sementara itu, untuk penjualan luring dapat menghubungi kontak yang tersedia di media sosial @gumgum.hair dengan metode cash on delivery (COD). "Ataupun antar ke lokasi customer sekitar wilayah kota Malang,” kata Anita.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Mahasiswa UB Temukan Alat Tes Cepat Infeksi Pneumonia

Mahasiswa UB Ciptakan Detergen dari Cangkang Kerang Lokan

UB: Mahasiswa yang Ditangkap Densus 88 Tergolong Cerdas 

Universitas Brawijaya Prihatin Mahasiswanya Ada yang Ditangkap Densus 88

Mahasiswa UB yang Ditangkap Densus 88 Tergolong Cerdas

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark