Pustral UGM: Kenaikan BBM Bisa Berdampak Penurunan Penumpang Angkutan Umum

Red: Fernan Rahadi

Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang digelar di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta. (ilustrasi)
Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang digelar di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta. (ilustrasi) | Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kenaikan harga BBM diprediksi akan memberikan dampak bagi masyarakat pengguna transportasi angkutan umum. Beberapa daerah bahkan telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan harga kenaikan BBM. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi komponen bahan bakar menjadi komponen yang cukup terbesar pada operasional layanan transportasi berkisar 11-40 persen. 

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada, Dewanti, mengatakan kenaikan tarif angkutan umum dan transportasi daring akan memberikan dampak bagi penurunan jumlah penumpang namun hal itu tidak hanya berlangsung sesaat.

"Biasanya masyarakat akan mengurangi kegiatan perjalanan dengan kenaikan tarif. Tapi bagi yang membutuhkan perjalanan, hal itu tidak menjadi masalah karena menjadi kebutuhan mereka untuk kelancaran aktivitas pekerjaannya," katanya, dalam siaran pers, Rabu (14/9/2022).

Seperti diketahui, beberapa daerah telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan kenaikan harga BBM. Namun ada juga beberapa daerah yang tidak melakukan kenaikan tarif seperti Trans Jogja DIY. "Di DIY tarif tidak dinaikkan namun layanan dikurangi seperti jarak waktu antar kedatangan bisa di halte agar kenaikan BBM tidak berdampak begitu besar," ujarnya.

Dewanti juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Provinsi DKI yang memberikan subsidi yang cukup besar bagi Transjakarta agar tidak mengalami kenaikan tarif. Menurutnya apa yang dilakukan oleh DKI tidak semua daerah bisa melakukan hal yang sama karena terbatasnya anggaran. "Tergantung kemampuan keuangan daerah untuk bisa memberikan subsidi angkutan umum agar tarif tidak naik," katanya.

Kenaikan tarif BBM sekarang ini tidak hanya dirasakan oleh angkutan umum saja namun juga pengelola angkutan daring juga melakukan penyesuaian kenaikan tarif untuk membantu terjaganya pendapatan mitra pengemudi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Imbas Kenaikan BBM, Tarif Kapal Banjarmasin-Surabaya Naik 12,5 Persen

Pengamat Khawatir BLT tak Mampu Tahan Peningkatan Golongan Miskin

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Berlanjut Hingga Malam Hari

Jokowi Minta Pemerintah Daerah Tekan Laju Inflasi

Ekonom Sebut BLT Belum Cukup Meredam Dampak Kenaikkan BBM

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark