Turunkan Inflasi, Bulog Yogyakarta Gencarkan Operasi Pasar

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi

Ilustrasi Inflasi
Ilustrasi Inflasi | Foto: Foto : MgRol112

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta gencar melakukan operasi pasar-pasar tradisional yang ada di DIY. Operasi pasar ini dilakukan untuk menurunkan inflasi akibat kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Bulog Kanwil Yogyakarta, M Attar Rizal mengatakan, inflasi saat ini menembus angka 5,2 persen. Inflasi tersebut tercatat lebih tinggi dari standar yang ditetapkan pemerintah yakni lima persen.

Kegiatan operasi pasar sendiri sudah dilakukan di tiga pasar tradisional di DIY. Mulai dari Pasar Kranggan, Pasar Beringharjo, dan Pasar Demangan.

"Kegiatan berlangsung dengan mendistribusikan barang-barang sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung ke beberapa toko yang terdapat di tiga pasar tersebut," kata Attar dalam keterangan resminya yang diterima kepada Republika, Rabu (21/9/2022).

Attar juga meminta agar masyarakat tidak panik dengan ketersediaan bahan pokok. Saat ini, katanya, ketersediaan bahan pangan masih mencukupi di DIY.

"Masyarakat tidak perlu panik dalam situasi saat ini karena stok pangan yang disediakan oleh Bulog Kanwil Yogyakarta dalam keadaan cukup dan akan terus bertambah ke depannya," ujar Attar.

Staf Pengawasan Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, Sumarno mengatakan, operasi pasar akan dilakukan secara berkelanjutan. Diharapkan, melalui operasi pasar ini dapat menurunkan inflasi yang saat ini angkanya tinggi di DIY.

"Operasi pasar ini kedepannya akan dilakukan secara terus-menerus sampai akhir tahun 2022 nanti," kata Sumarno.

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah meminta masing-masing kabupaten/kota untuk menurunkan inflasi. Pasalnya, inflasi di DIY cukup tinggi karena terjadinya kenaikan pada sejumlah bahan pokok setelah naiknya harga BBM.

Inflasi ini dapat diturunkan salah satunya dengan operasi pasar. Sultan pun meminta agar operasi pasar semakin ditingkatkan guna mengatasi kenaikan harga bahan pokok.

Operasi pasar dikatakan dilakukan bukan hanya mampu menstabilkan harga barang, namun akan membantu pabrik tetap beroperasi untuk memasok barang. Untuk itu, katanya, diperlukan mekanisme yang tepat dan strategis dalam menurunkan inflasi di DIY yang sudah tinggi.

"Mungkin operasi pasar, mungkin apa pasar murah, dan sebagainya (agar dilakukan) untuk tidak makin menaikkan inflasi," kata Sultan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


BI Sumbar Targetkan Inflasi Turun 5 Persen

Wapres: Sinergi Pemda Bisa Menekan Inflasi

Core: Pemda Perlu Bekerja Sama untuk Tekan Laju Inflasi

Kunci Sukses Tekan Inflasi dari Tingkat Daerah

Argentina Naikkan Suku Bunga 550 Basis Poin

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark