Tujuan Bersama

Red: Fernan Rahadi

Mahasiswa Generasi Z (Ilustrasi)
Mahasiswa Generasi Z (Ilustrasi) | Foto: republika/mardiah

Oleh : Erik Hadi Saputra*

REPUBLIKA.CO.ID, Pembaca yang kreatif, dalam acara open hou­se orang tua/wali mahasiswa baru, ada iri­san tujuan bersama dari universitas, orang tua dan mahasiswa yaitu lulus tepat waktu, memi­liki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar sa­ma dengan 3,0, dan berprofesi (sebagai profesional atau wirausaha) maksimal 90 hari setelah lulus. Tentu tujuan ini akan tercapai apabila ketiga unsur tadi berjalan bersama, saling menguatkan.

Dalam pelaksanaannya tentu ada saja tanta­ngan yang akan dihadapi. Misalnya, apa yang akan terjadi ketika seorang mahasiswa kurang proaktif terhadap sesuatu yang terkait dengan dirinya? Mu­lai dari pengisian KRS, mengikuti perkuliahan, pendaftaran ujian, seminar, hingga suatu saat nanti proses yudisium. Kondisi ini memberi dampak yang berkesinambungan terhadap proses yang mereka lewati.

Kedua adalah ketidakjujuran seorang mahasis­wa terhadap orang tua. Contohnya, tidak terbuka ter­kait keberadaannya. Kita sering mendengar se­se­orang bertanya ketika ingin mengetahui kebe­r­adaan kita: Sedang di mana, ngapain, dan dengan siapa. Demikian jugalah dengan mahasiswa, ter­kadang mereka risih ditanya seperti itu.

Mereka merasa tidak dipercayai serta kebeba­san­nya terlalu diatur. Kenapa orang-orang ingin se­lalu mengetahui segala aktivitasnya? Bahkan ketika pindah kos pun orang tua tidak diberitahunya.

Hal lainnya kejujuran mereka dalam mengelola keuangan. Jika mengikuti keinginan mestilah berapa pun dana yang ditransfer kepadanya tidak akan pernah cukup, disebabkan belum mampunya menentukan skala prioritas.

Ketiga adalah rentannya terhadap hal-hal negatif di luar kampus. Kedewasaan mahasiswa dalam pembelajaran menuntun mereka harus menjadi pribadi yang mandiri. Bisa membedakan hal yang baik dan buruk untuknya. Mereka memiliki kemampuan untuk memilih.

Kedewasaan dalam bersikap akan membuat mereka lebih survive dan bisa melewati banyak tantangan dan peluang. Keempat adalah disorientasi (melupakan tujuan). Merujuk pada salah satu ciri kedewasaan adalah fokus pada cita-cita atau tujuan yang tidak mudah berubah. Konsistensi dalam menentukan tujuan awal perlu dijaga agar amanah orang tua dengan ketiga target yang sudah menjadi irisan tadi dapat diraih.

Pembaca yang kreatif, Rabu (21/9/2022) lalu saya berbincang santai di kendaraan bersama Pak Sigit Purnomo, Ketua Program Studi Manajemen Informasi Komunikasi, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta. Beliau bercerita dari sudut pandang sosiologi terkait generasi saat ini. Tentu itu adalah bidang kepakaran beliau.

Generasi saat ini ingin komunikasi itu sesantai mungkin. Menjadikan orang tua/dosen/guru adalah sahabat mereka. Mereka buktikan dengan menggunakan emoji dan stiker yang akrab dalam berkomunikasi.

Belajar dari pengalaman Pak Sigit yang menja­dikan puterinya sebagai teman. Berbicara terbuka tentang persoalan apapun termasuk urusan kede­ka­tan dengan teman lawan jenis. Antara menerima dengan memutuskan semua bisa dibicarakan de­ngan sangat mudah. Putrinya yang juga saat ini me­nempuh kuliah di program studi yang sama dengan ayahnya dulu begitu enjoy bercerita tentang dirinya, aktivitasnya, dan hubungannya dengan orang lain.

Keterbukaan itu ternyata sudah dibangun sejak lama. Bahkan salah satunya ditandai dengan bebasnya puteri beliau memegang dan melihat handphone ayahnya. Mengetahui aktivitas rekan-rekan ayahnya. Bercerita pernah bertemu dengan mereka. Termasuk bercerita ketika bertemu saya dalam acara Achievement Motivation Training yang diselenggarakan sekolahnya beberapa tahun lalu.

Saya mengatakan beryukurlah memiliki anak yang terbuka bercerita ten­tang persoalan dan kese­nangan mereka. Mereka tidak perlu menceritakan dan mengekspresikannya di lingkungan luar. Mereka sudah menemukan kenya­manan dan kebahagiaan itu ternyata ada di dalam rumah (keluarga). Sehat dan teruslah terinspirasi.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 

Terkait


Krisis Tanpa Curhat

Tersenyum dan Menghibur

Perbanyak Peran

Gandeng Gendong

Podcaster (2)

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark