Program Penurunan Stunting di Sleman Tuai Apresiasi

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Petugas kesehatan menimbang berat badan anak di posyandu. Pemerintah daerah berupaya memantau pertumbuhan balita dengan menggalakkan posyandu hingga di tingkat rukun tetangga (RT) guna mencegah stunting.
Petugas kesehatan menimbang berat badan anak di posyandu. Pemerintah daerah berupaya memantau pertumbuhan balita dengan menggalakkan posyandu hingga di tingkat rukun tetangga (RT) guna mencegah stunting. | Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Eksekutif Direktur Bank Dunia, Mohd Hassan Ahmad, beberapa waktu lalu mengunjungi lokasi program percepatan penurunan stunting Padukuhan Dongkelan, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, DIY. Dilaksanakan dalam rangka pembelajaran penurunan stunting.

Kunjungan lapangan dari Hassan yang didampingi tim dari Bank Dunia ini diterima secara langsung Bupati Sleman, Kustini Purnomo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Danang sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman.

Dalam kunjungannya, rombongan Bank Dunia berkesempatan mengunjungi dan berdialog secara langsung dengan masyarakat. Antara lain dalam kegiatan Posyandu, Kelas Ibu Hamil, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Rombongan turut berinteraksi langsung dengan pelaku-pelaku yang terlibat dalam konvergensi stunting di Padukuhan Dongkelan, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean. Serta, dengan OPD-OPD teknis yang mengampu program penurunan stunting.

Alternatif Eksekutif Direktur Bank Dunia, Parjiono menilai, penurunan stunting merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian nasional dan program prioritas Presiden Jokowi. Hal itu yang membuat Bank Dunia mengunjungi Sleman.

Sebab, ia menekankan, Sleman disebut memiliki program penurunan stunting yang baik dan mampu menekan prevalensi stunting sampai di atas rata-rata nasional. Selain itu, Kabupaten Sleman memiliki target sampai lima persen pada 2024.

"Di Sleman programnya sangat bagus, jauh di atas rata-rata nasional," kata Parjiono.

Parjiono berpendapat, target lima persen pada 2024 merupakan target yang cukup menantang. Tapi, ia menekankan, setelah mereka melihat langsung ke lapangan terkait metode yang dilakukan Sleman, mereka yakin target itu tidak mustahil. "Kami yakin target tersebut dapat tercapai," ujarnya.

 

Menurutnya, setiap wilayah atau daerah memang memiliki karakteristik masing-masing. Namun, pengalaman keberhasilan Sleman dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sleman, Kustini Purnomo menyampaikan, kunjungan dari Direktur Bank Dunia, Mohd Hassan Ahmad, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sleman. Selain itu, kunjungan ini diharap bisa menjadi motivasi.

"Bagi Pemkab Sleman dalam menjalankan program percepatan stunting secara lebih maksimal," kata Kustini.

Wakil Bupati Sleman dan Ketua TPPS Sleman, Danang Maharsa berharap, kunjungan dari Bank Dunia ke Sleman dapat memberikan wawasan. Khususnya, terkait upaya-upaya yang dilakukan Pemkab Sleman dalam program percepatan penurunan stunting.

"Berharap program percepatan penurunan stunting yang dilakukan Pemkab Sleman ini dapat menjadi perhatian dari Bank Dunia dan pemerintah pusat," ujar dia.

 

Terkait


Kementan-Bank Dunia Bersinergi Bangun Pertanian Berketahanan Iklim

Ancaman Resesi Global 2023, Kemenkeu: Jaga Pemulihan Ekonomi Menyeluruh

Penataan Kawasan Kumuh di Yogya Dilakukan Secara Berkelanjutan

Gubernur DIY Tawarkan Empat Program Kerja Sama dengan Bank Dunia

Bank Dunia Belajar Keberhasilan Penanganan Stunting di Sleman

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark