Farmasi UII Latih Kader Kesehatan Padukuhan di Sleman

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Farmasi UII Latih Kader Kesehatan Padukuhan di Sleman. Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
Farmasi UII Latih Kader Kesehatan Padukuhan di Sleman. Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta | Foto: Republika TV/Wahyu Suryana

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan pelatihan kader kesehatan. Pelatihan dihadiri kader-kader kesehatan beberapa pedukuhan di Sleman seperti Pedukuhan Pelem, Candikarang, Sembung, dan Padukuhan Sambiloto.

Pelatihan diselenggarakan di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII. Hadir sebagai narasumber, Dosen Fakultas Kedokteran UII, Dr Sunarto, yang memang memiliki fokus terhadap bidang kesehatan masyarakat.

Sekretaris Jurusan Farmasi UII, Suci Hanifah, mengapresiasi kesadaran kader-kader kesehatan dalam meningkatkan mutu kesehatan di padukuhan masing-masing. Ia berharap, kegiatan seperti ini menjadi wadah yang positif untuk silaturahim.

Kemudian, bersama-sama membantu menyelesaikan atau kemudian membantu mengelola, merawat tetangga maupun masyarakat yang mengalami penyakit tidak menular dan jangka panjang. Sehingga, program peningkatan mutu kesehatan bisa berkelanjutan.

Baca Juga

"Kita bisa mengupayakan bagaimana program pengelolaan semacam posbindu, nanti monggo namanya apa, posbindu itu kemudian bisa menjadi program berkelanjutan," kata Suci, Selasa (27/9).

Dalam paparannya, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UII, Dr Sunarto menuturkan, serangan jantung merupakan penyebab meninggal nomor satu. Setelah penyakit jantung, di posisi kedua ada penyakit stroke yang berasal dari hipertensi.

Maka itu, ia menekankan, penting untuk melakukan pengendalian hipertensi dan ketika tidak peduli untuk mengendalikan lambat laun akan masuk rumah sakit. Sunarto menegaskan, perlu jalani pola hidup sehat agar terhindar penyakit.

Sunarto berpendapat, merokok merupakan salah satu penyebab kasus meninggal yang kerap kali diabaikan saja sebagian orang. Merokok memang tidak secara otomatis menyebabkan hipertensi, tapi penelitian menunjukkan kaitan keduanya yang erat.

Sunarto menambahkan tentang edukasi terkait tingkat hipertensi yang sudah harus mengikuti prosedur penanganan. Terakhir, Sunarto menekankan, perlunya mengamati dan melakukan pengawasan terhadap masyarakat sekitar di masing-masing padukuhan.

"Pokoknya Anda amati yang itu saja, kalau tensi sudah tinggi, Anda ingatkan, penting itu karena mereka tetangga kita, mereka saudara kita," ujar Sunarto. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Program Magister Informatika UII Cetak Pribadi Orisinal

Pakar Digital Forensik UII Ingatkan Pengelola Data Lebih Hati-hati

UMY dan UII Bangun Kolaborasi

RKUHP Dirasa Masih Belum Partisipatif

Imaji dan Realitas Indonesia Masih Berjarak

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark