Sosialisasi Cinta Rupiah, BI Purwokerto Adakan Lomba Senam CBP

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq

Acara senam CBP sebagai bagian dari sosialisasi Cinta Bangga Pahaa m Rupiah oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Ahad (24/9/22).
Acara senam CBP sebagai bagian dari sosialisasi Cinta Bangga Pahaa m Rupiah oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Ahad (24/9/22). | Foto: Republika/Idealisa masyrafina

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Masih adanya kasus uang palsu dan penggunaan rupiah yang kurang bijak menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan rupiah. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto terus melakukan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada seluruh masyarakat melalui berbagai pendekatan.

Pada kesempatan ini, KPwBI Purwokerto menyelenggarakan lomba senam CBP Rupiah di wilayah eks Karesidenan Banyumas sebagai bentuk inovasi komunikasi dan edukasi KPwBI Purwokerto. Lomba menggunakan gerakan senam khusus yang diiringi dengan lagu CBP Rupiah hasil karya Unit Implementasi Pengolahan Uang Rupiah (UIPUR) KPwBI Puwokerto.

Kegiatan lomba ini diikuti oleh 35 tim dengan total peserta 264 orang. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mursidi menejelaskan, kegiatan ini adalah salah satu upaya BI untuk melakukan sosialisasi dan menyampaikan pesan CBP melalui kegiatan yang banyak disenangi masyarakat.

"Di luar senam, kita juga sosialisasi melalui kegiatan futsal dan kegiatan lain yang banyak disukai masyarakat. Supaya masyarakat semakin memahami bagaimana memperlakukan rupiah secara baik dan benar, menggunakan rupiah sebagai alat transaksi dan berhemat dan lainnya," kata Mursidi.

Tidak hanya menyosialisasikan cara merawat dan mempergunakan uang dengan baik, kegiatan ini juga sekaligus menyosialisasikan mengenai uang kertas rupiah tahun emisi 2022. Menurut Mursidi, uang rupiah TE 2022 memiliki banyak keunggulan dibandingkan uang rupiah sebelumnya.

Selain kondisi fisiknya yang lebih indah, uang rupiah TE 2022 lebih aman dengan unsur pengaman lebih lengkap dan lebih awet karena diberikan coating dengan lapisan luarnya. "Tiap pecahan ada selisih lima mm, sehingga uang pecahan paling kecil, Rp 1.000 terlihat beda sekali dengan Rp 100 ribu, memudahkan tuna netra untuk membedakan uang rupiah antar pecahan," jelasnya.

Grand final lomba senam CBP dibuka Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Ketua PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rony Hartawan secara simbolis dengan melepaskan balon ke udara.

Untuk meramaikan acara Grand Final tersebut diselenggarakan juga Zumba Party yang diikuti seluruh peserta lomba dan masyarakat umum dengan total lebih dari 500 orang peserta. Acara berjalan dengan sangat fun, meriah, dan diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai CBP Rupiah. Masyarakat diharapkan dapat lebih mencintai rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Cinta rupiah juga dimaksudkan agar masyarakat semakin mengenali ciri keaslian rupiah serta merawat rupiah agar tidak cepat lusuh.

Bangga merupakan perwujudan dari rupiah sebagai salah satu lambang kedaulatan negara dan simbol pemersatu bangsa. Paham terhadap rupiah terutama dicerminkan melalui sikap cermat dalam membelanjakan Rupiah dengan bijak dan sesuai kebutuhan, berhemat serta berinvestasi  demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark