Aremania Ungkap Sejumlah Relawan Tragedi Kanjuruhan Alami Trauma

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Seorang suporter Arema FC (Aremania) berdoa di depan pintu tribun 12 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Menurut sejumlah saksi mata korban terbanyak dalam tragedi Kanjuruhan berada di pintu tribun 11, 12, dan 13 yang saat kejadian pintu keluar tersebut terkunci sehingga penonton yang menghindari gas air mata tidak dapat keluar.
Seorang suporter Arema FC (Aremania) berdoa di depan pintu tribun 12 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Menurut sejumlah saksi mata korban terbanyak dalam tragedi Kanjuruhan berada di pintu tribun 11, 12, dan 13 yang saat kejadian pintu keluar tersebut terkunci sehingga penonton yang menghindari gas air mata tidak dapat keluar. | Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Perwakilan tim Arema Menggugat, Sudarno mengungkapkan, ada banyak relawan tragedi Kanjuruhan mengalami trauma. Hal ini diungkapkan Sudarno saat menghadiri penerjunan tim gerakan trauma support mobility bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (6/10/2022).

Sudarno mengungkapkan, Aremania Menggugat pada dasarnya memiliki sejumlah anggota relawan yang bertugas membantu penanganan korban tragedi Kanjuruhan. "Jadi relawan, teman-teman yang memberikan support ambulans. Yang membantu mengantar jenazah dari stadion ke berbagai RS," ujar Sudarno.

Menurutnya, para relawan sebenarnya sudah terbiasa mengangkut jenazah. Namun ada lima relawan yang memiliki trauma meskipun fisiknya terlihat sehat. Sebagian merasa tidak bisa tidur karena terbayang bagaimana kondisi para jenazah tragedi Kanjuruhan.

Melihat hal tersebut, Sudarno menegaskan, trauma bisa dialami oleh siapapun termasuk orang dewasa. "Artinya, ini orang dewasa apalagi yang anak-anak dan ibu itu perlu penanganan yang harus cepat," jelasnya.

Semakin banyak posko trauma support, Sudarno yakin akan semakin mudah untuk berkoordinasi. Hal ini terutama dalam membantu seluruh korban tragedi yang mengalami trauma. Tak hanya korban, keberadaan posko tersebut juga sangat bermanfaat bagi para relawan.

Sebelumnya, UMM menerjunkan tim gerakan trauma support mobility untuk para korban tragedi Kanjuruhan. Tim ini tidak hanya diisi oleh mahasiswa psikologi UMM tetapi juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, Universitas Brawijaya, UIN Malang, Universitas Merdeka dan lain-lain.

Menko PMK Prof Muhadjir Effendy menilai, tim gabungan ini merupakan upaya yang bagus untuk mengatasi insiden di Kanjuruhan. Berbeda dengan korban fisik yang bisa diukur dan diperkirakan sembuhnya, cedera korban mental lebih sulit untuk dihitung dan diidentifikasi.

Bahkan bukan hanya korban tetapi juga kerabat dan keluarga yang ditinggalkan. Adapun terkait dana operasional, ia menjelaskan, ada dana siap pakai (DSP) di pemerintah daerah yang bisa dialokasikan.

Hal ini termasuk salah satunya untuk memberikan santunan kepada keluarga dan kegiatan trauma support tersebut. Ia juga mendorong para rektor di perguruan tinggi Malang untuk turut berkontribusi dalam rangkaian pendampingan psikologis tersebut agar lebih masif.

Selain itu UMM juga berkolaborasi dan terus berkoordinasi dengan Aremania Kampus Putih untuk melakukan pendataan jumlah korban sejak Ahad (2/10/2022) lalu. Koordinator tim pendataan sekaligus Aremania UMM, Muh Farhannudin Nur Avif menuturkan, sampai saat ini timnya masih terus mencari data yang valid.

Apalagi jumlahnya berbeda antara satu sama lain. "Ada yang menemukan bahwa korban meninggal 125 orang, adapula yang 183, bahkan ada yang 200an. Maka, pendataan ulang dengan seksama menjadi hal yang penting," jelasnya.

 

Terkait


Aremania dan Bonek Mania Doa Bersama di Stadion Kanjuruhan

PSSI Jatim Hentikan Sementara Semua Kompetisi

Soal Kelanjutan Kompetisi, Klub-Klub Liga 1 Tunduk pada Keputusan TGIPF

Persib dan Bobotoh Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Beri Perlindungan untuk Anak dengan Area Khusus di Stadion

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark