Jumat 14 Oct 2022 08:05 WIB

Keselamatannya Terancam, Putri Mahkota Belanda dalam Pengamanan Ketat

Putri Amalia dikhawatirkan menjadi sasaran penculikan oleh geng penjahat.

Rep: Rizki Jaramaya/Reuters/ Red: Fernan Rahadi
Putri Mahkota Kerajaan Belanda Catharina-Amalia.
Foto: Royal Central
Putri Mahkota Kerajaan Belanda Catharina-Amalia.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Putri Mahkota Kerajaan Belanda, Catharina-Amalia berada, saat ini berada di bawah pengamanan ketat akibat keselamatannya terancam. Putri Amalia dikhawatirkan menjadi sasaran penculikan oleh geng penjahat.

 "Dia hampir tidak bisa meninggalkan rumah," kata laporan kantor berita ANP mengutip Ratu Maxima selama kunjungan kenegaraan ke Swedia bersama suaminya, Raja Willem-Alexander.

Amalia yang merupakan pewaris takhta Belanda, mulai belajar di Universitas Amsterdam bulan lalu dan telah pindah ke sebuah apartemen di Amsterdam. Tetapi Ratu Maxima dan suaminya khawatir dengan keselamatan Amalia. Mereka telah memaksa Amalia untuk pindah kembali ke istana kerajaan Huis ten Bosch di Den Haag.

Bulan lalu, beberapa media Belanda melaporkan bahwa sang putri berada di bawah pengamanan yang ketat. Kerajaan khawatir, Amalia dapat menjadi sasaran penculikan atau serangan geng kriminal.

Polisi Belanda dan dinas rahasia negara telah menolak untuk membahas pengaturan keamanan di sekitar Royal House. Sementara Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Kamis (13/10) malam mengatakan, dia tidak dapat membeberkan rincian terkait ancaman tersebut.

"Ini adalah berita buruk untuknya sejak awal. Semua orang yang terlibat melakukan segala kemungkinan untuk memastikan dia aman," kata Rutte kepada wartawan. 

Putri Amalia memulai mengambil kuliah di jurusan politik dan ekonomi bulan lalu. Dia tinggal di akomodasi sewaan bersama mahasiswa lainnya di Amsterdam, sebelum dia harus pindah kembali ke rumah.

"Konsekuensinya sangat sulit baginya. Tidak ada kehidupan siswa untuknya seperti yang dimiliki orang lain," kata Ratu Maxima seperti dikutip ANP.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement