Sleman Ajak UMKM Bantu Atasi Gejolak Harga

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Sleman Ajak UMKM Bantu Atasi Gejolak Harga (ilustrasi).
Sleman Ajak UMKM Bantu Atasi Gejolak Harga (ilustrasi). | Foto: Dokumen.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY menginisiasi Gelar Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan Pasar Murah. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa itu berlangsung di parkir sisi timur Stadion Maguwoharjo.

Panewu Depok, Wawan Widiantoro menuturkan, kegiatan gelar UMKM dan Pasar Murah ini merupakan kerja sama antara Kapanewon Depok, Dinas Perindag Sleman, dengan Pemda DIY. Ia turut menekankan, mereka tengah mendorong keikutsertaan UMKM.

Termasuk, dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di Kapanewon Depok. Hal ini dimaksudkan tidak cuma dalam rangka memberdayakan pelaku-pelaku UMKM sekitar, tapi sekaligus dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kemarin kepala puskesmas mengadakan screening TB juga kita buka UMKM, acara-acara di polsek, di desa-desa, juga kita buka UMKM," kata Wawan, Sabtu (22/10).

Baca Juga

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi Pemerintah Kapanewon Depok dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman atas kegiatan tersebut. Ia berharap, lewat kegiatan itu bisa menekan potensi inflasi.

Termasuk, lanjut Danang, yang merupakan akibat dari penyesuaian harga BBM yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu. Sebab, kenaikan harga BBM dan gas tentu berdampak terhadap kenaikan harga sembako dan dapat mengakibatkan inflasi. "Semoga Gelar UMKM dan Pasar Murah ini bisa mengatasi gejolak harga," ujar Danang.

Danang mendorong semua kapanewon tyryt mengadakan kegiatan serupa di wilayahnya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi UMKM di Kabupaten Sleman yang mencapai sekitar 90.000 agar memasarkan dan mempromosikan produknya.

Sebelumnya, Bupati Sleman, Kustini Purnomo, turut menyampaikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas kepada UMKM yang ada di Sleman. Ia merasa, pelatihan UMKM menjadi sarana untuk menciptakan peluang dalam rangka mengoptimalkan pemasaran.

Ia mengingatkan, pangsa pasar saat ini sudah didominasi generasi milenial dan teknologi merupakan salah satu faktor yang menentukan. Karenanya, UMKM harus mampu meningkatkan kapasitas dan naik kelas melalui inovasi-inovasi kekinian.

"Sehingga, semakin menaikkan nilai jual produk dan membuka peluang ekonomi lebih besar," kata Kustini dalam peningkatan kapasitas UMKM Baznas dan Bank Sleman. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Bergelut dengan Produksi Roti Terigu, Gandum Hingga Roti Vegan

Bupati: Sleman Creative Week Angkat Potensi Ekonomi Kreatif

Mendag Sinergikan 116 UKM Nasional dengan Importir Asal Korea Selatan

Jatim Tes pasar Ekspor Produk Olahan Pangan UMKM ke Singapura

IDF-MUI Luncurkan Program Peduli Pendidikan, Tempat  Ibadah, dan UMKM

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark