Pemkot Madiun Ajak Siswa Gelar Gernas Aksi Bergizi Cegah Stunting

Red: Muhammad Fakhruddin

Pemkot Madiun Ajak Siswa Gelar Gernas Aksi Bergizi Cegah Stunting (ilustrasi).
Pemkot Madiun Ajak Siswa Gelar Gernas Aksi Bergizi Cegah Stunting (ilustrasi). | Foto: ANTARA/Makna Zaezar

REPUBLIKA.CO.ID,MADIUN -- Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur mengajak siswa di sejumlah sekolah untuk melakukan Gerakan Nasional (Gernas) Aksi Bergizi Tahun 2022 sebagai upaya mencegah kasus kekerdilan anak atau stunting.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani mengatakan Gernas Aksi Bergizi merupakan acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2022 di Kota Madiun. Melalui aksi tersebut siswa-siswi sekolah tingkat SMP/SMA/MA dan sederajat diajak untuk peduli terhadap gizi seimbang serta minum tablet tambah darah (TTD).

"Pada peringatan HKN tahun ini kita melakukan gernas aksi bergizi bersama remaja putri tingkat SMP dan SMA untuk mencegah stunting dengan pemeriksaan HB, edukasi mencegah stunting pada remaja serta minum tablet tambah darah serentak," ujar Denik di sela kegiatan gernas di Taman Edukasi dan Wisata Ngrowo Bening Kota Madiun, Selasa (22/11/2022).

Menurut dia, kegiatan tersebut sebagai upaya promotif dan preventif untuk mencegah stunting. Yaitu dengan menggalakkan hidup bersih dan sehat dengan harapan derajat kesehatan tercapai tinggi.

Baca Juga

Guna mengatasi anemia dan mencegah generasi stunting, maka para remaja putri perlu diberikan tambahan tablet tambah darah (TTD) secara rutin minimal seminggu satu kali.

Wali Kota Madiun Maidi menyatakan kesehatan merupakan aset yang harus dijaga bersama. Tidak hanya keluarga namun juga pemerintah.

"Yang jelas pada momentum HKN ini, generasi ke depan harus sehat. Kita lakukan skrining. Yang kurang darah, kurang apa, kita cek semua," kata Maidi.

Ia menjelaskan upaya pencegahan stunting oleh pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan balita yang dalam masa tumbuh kembangnya mengalami kekerdilan. Namun juga upaya peningkatan kesehatan dan gizi di masa wanita produktif sebagai calon ibu dan ibu hamil yang tujuannya adalah melahirkan generasi sehat bebas stunting.

Peningkatan kesehatan dan gizi di masa wanita produktif tersebut salah satunya diwujudkan dengan pemberian TTD secara rutin sebagai pencegah anemia.

Hal itu dilatarbelakangi karena kondisi calon ibu yang anemia rawan melahirkan anak yang berpotensi stunting di masa pertumbuhannya.

Pihaknya berharap kegiatan Gernas Aksi Bergizi bersama remaja putri cegah stunting dalam rangka peringatan HKN 2022 di Kota Madiun dapat berjalan lancar dan berguna bagi warga setempat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Pekalongan Gencarkan Kampanye Gemar Makan Ikan Cegah Stunting

Ibu Hamil Derita HIV/AIDS Berisiko Lahirkan Anak Stunting

Jokowi dan Ancaman The Hidden Hunger

Aisyiyah: Penurunan Angka Stunting Isu Strategis Muktamar Ke-48 

Enam Langkah Stimulasi Potensi Anak Prematur

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark