Selasa 29 Nov 2022 21:06 WIB

Wali Kota Magelang: Kampung Religi Wujudkan Toleransi Masyarakat

Masyarakat menjadikan pencanangan Kampung Religi menjadi momentum.

Wali Kota Magelang: Kampung Religi Wujudkan Toleransi Masyarakat (ilustrasi).
Foto: Republika/Prayogi
Wali Kota Magelang: Kampung Religi Wujudkan Toleransi Masyarakat (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG -- Wali Kota Magelang, Jawa Tengah, Muchamad Nur Aziz berharap pencanangan Kampung Religi agar warga dapat menjalankan agama lebih baik dan mempunyai toleransi yang tinggi sehingga akan terwujud kerukunan dan kondusifitas di masyarakat.

Aziz mengajak masyarakat menjadikan pencanangan Kampung Religi menjadi momentum untuk terus berbuat kebaikan. Kebaikan yang diharapkan adalah kebaikan bersama-sama atau kebaikan sosial.

Baca Juga

Ia menyampaikan hal tersebut pada pencanangan 91 Kampung Religi se-Kota Magelang, di Rumah Dinas Wali Kota Magelang Pendopo Pengabdian.

Sebelumnya, jumlah Kampung Religi yang telah ditetapkan ada 17 kampung, masing-masing satu kampung di setiap kelurahan sehingga total Kota Magelang sampai saat ini memiliki 108 Kampung Religi yang terdapat di berbagai kelurahan.

Ia menghimbau warganya untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sekitarnya.

"Dengan kebaikan sosial ini, insyaallah Kota Magelang semakin lama semakin baik," katanya, Selasa (29/11/2022).

Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur menyoroti pentingnya pencanangan ini untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kedudukan Kota Magelang yang beberapa waktu lalu mendapatkan peringkat enam Kota Paling Toleran se-Indonesia.

Mansyur menjelaskan adanya Kampung Religi juga sebagai motivasi bagi warga agar meningkatkan iman dan takwa.

"Kampung Religi penting untuk warga guna meningkatkan pengetahuan agamanya menjadi luas dan luwes, agar tidak fanatik, tidak menangnya sendiri, dan tidak menjadi ekstrem. Sehingga bisa tercipta kerukunan umat beragama semakin mendalam dan lestari, tidak saling menyalahkan, saling menghormati dan akhirnya kerukunan dapat tercipta," katanya.

Ia berharap peran umat beragama betul-betul signifikan dalam pembangunan di kampungnya agar bisa memaknai Program Pemberdayaan Masyarakat Maju, Sehat dan Bahagia (Rodanya Mas Bagia) dengan sungguh-sungguh dan jujur.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Magelang Edi Priambudi menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud peran dan partisipasi aktif masyarakat di Kota Magelang dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program kerja Pemerintah Kota Magelang yakni Program Magelang Agamis (Progamis).

"Pencanangan ini juga sebagai upaya untuk mencerminkan umat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang diimplementasikan dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan di kesehariannya berdasarkan nilai-nilai agama. Selain itu, sebagai wahana silaturahmi di antara pemerintah, pemuka agama, dan masyarakat di Kota Magelang," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement