'My Hero Academia' Perlihatkan Masa Lalu Tragis Hawks

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq

 Masa kecil pahlawan nomor dua di My Hero Academia, Hawks.
Masa kecil pahlawan nomor dua di My Hero Academia, Hawks. | Foto: Dokumen

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- My Hero Academia season 6 memperlihatkan masa lalu tragis dari pahlawan yang berada di peringkat nomor dua, Hawks. Hawks yang merupakan pahlawan bersayap itu menjadi salah satu pahlawan paling populer di Hero Society.  

Dalam episode terbaru MHA yakni episode 129, diperlihatkan kondisi Hawks ketika masih kecil. Pahlawan terkuat waktu itu, All Might masih berperang melawan kejahatan, begitu juga Endeavour yang waktu itu berada di peringkat dua.

Kehidupan Hawks bersama orang tuanya tidak harmonis, dan berada dalam kondisi yang serba kekurangan. Ayahnya yang merupakan buronan karena terlibat kasus pembunuhan, tidak peduli dengannya.

Hawks seringkali disiksa oleh ayahnya dan menganggap Hawks sumber dari ketidakberuntungan dalam hidupnya. Bahkan, ibu Hawks juga tidak jauh berbeda dengan ayahnya, yang menganggap ia tidak ada.

Ibu Hawks memiliki Quirk yang memungkinkannya untuk bisa menggandakan bola matanya, dan dapat melayang di udara. Kemampuan tersebut membuatnya dapat mendeteksi bahaya yang mengintai suaminya.

Ibu Hawks bekerja tanpa lelah untuk memastikan suaminya lolos dari kejaran polisi. Ia selalu meminta agar ayah Hawks tersebut tidak melarikan diri darinya, dan tidak memperhatikan Hawks sama sekali.

Hingga akhirnya ayahnya ditangkap berkat upaya heroik Endeavor, membuat Hawks dan ibunya keluar dari rumahnya. Dengan ayahnya yang sudah ditangkap, membuat Hawks mengagumi Endeavor karena merasa telah diselamatkan dari kekejaman ayah kandungnya sendiri.

Public Safety Commission (Komisi Keamanan Publik) melihat Hawks memiliki potensi untuk menjadi pahlawan, dan memberi tawaran kepadanya agar mengikuti pelatihan menjadi seorang pahlawan profesional.

Setelah bertahun-tahun, Hawks akhirnya menjadi pahlawan yang bekerja di bawah perintah Public Safety Commission. Namun, setelah serangan yang dipimpin Re-Destro menghancurkan Public Safety Commission, ia tidak lagi berada di bawah perintah organisasi apapun.

Kondisi pasca-perang antara pahlawan dengan Paranormal Liberation Front juga meluluhlantakkan Jepang. Banyak pahlawan maupun penjahat yang menjadi korban, dan tidak sedikit pula yang terluka parah, termasuk masyarakat sipil.

Salah satunya Hawks yang mengalami luka cukup serius. Seluruh sayapnya terbakar oleh Quirk dengan jenis blueflame yang dimiliki Dabi, salah satu petinggi Paranormal Liberation Front.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Siap-Siap, Ini Anime Paling Ditunggu di 2023

Trigun Stampede, Remake Anime Klasik Tahun 90-an

Season 4 Hadir, 'Bungo Stray Dogs' Bakal Tayang 13 Episode

Belum Sempat Nonton? Ini Rekomendasi Anime Terpopuler 2022

Anime Tokyo Revengers Season 2 Bakal Rilis Januari 2023 Ini

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark