Jembatan Baru Diharapkan Dapat Hidupkan Ekonomi Trenggalek

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan jembatan bailey di Trenggalek.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan jembatan bailey di Trenggalek. | Foto: Dokumen

REPUBLIKA.CO.ID, TRENGGALEK -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan jembatan bailey yang sebelumnya terputus. Jembatan berada di wilayah Kabupaten Trenggalek, yakni Jembatan Mukus di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, dan Jembatan Bendoroto di Desa Bendoroto Bangun, Kecamatan Munjungan.

Harapannya, kedua jembatan tersebut dapat menjadi penghubung yang menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di Trenggalek. Apalagi Jembatan Mukus yang baru dibangun tersebut terletak di Desa Sawahan, yang terkenal sebagai sentra penghasil durian.

"Destinasi wisata yang menjadi kekuatan Trenggalek insya Allah akan menjadi bagian penting untuk bisa dibangun konektivitas antara sentra ekonomi baru di Kabupaten Trenggalek," ujarnya, Selasa (24/1).

Khofifah pun berpesan kepada segenap warga Desa Sawahan dan Desa Bendoroto untuk bersama-sama menjaga dua jembatan bailey yang telah diresmikan tersebut. Apalagi, kedua jembatan ini merupakan infrastruktur penting yang diperlukan dalam kegiatan warga sehari-hari.

"Saya minta tolong dijaga dan dirawat, karena ini infrastruktur yang dibutuhkan untuk menghubungkan satu desa dengan desa lain juga antar kegiatan masyarakat baik ekonomi, pendidikan, sosial, dan lainnya. Ini menjadi kepentingan kita bersama," ujarnya.

Khofifah berharap, terbangunnya kembali dua jembatan tersebut dapat mempermudah akses masyarakat di desa-desa terdampak dengan cepat dan aman. Baik itu akses terhadap keperluan sehari-hari, ekonomi, dan bahkan pendidikan.

"Dua jembatan ini harapnya bisa memberikan manfaat bagi panjenengan semua agar dapat melakukan konektivitas lebih mudah, cepat, dan aman," kata Khofifah.

Jembatan Mukus merupakan jembatan penghubung Dusun Krajan dan Dusun Winong, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, serta akses jalan alternatif Prigi-Munjungan. Jembatan ini memiliki dimensi panjang 27 meter, lebar 3,5 meter, dan kapasitas beban 10 ton.

Sedangkan Jembatan Bendoroto Bangun menghubungkan Desa Bendoroto Kecamatan Bendoroto, dengan Desa Bangun, Kecamatan Bendoroto. Jembatan tersebut memiliki dimensi panjang 24 meter, lebar 3,5 meter, dan kapasitas beban yang sama yaitu 10 ton.

Kedua jembatan ini merupakan akses utama masyarakat baik dalam hal ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, ambruknya Jembatan Mukus dan Bendoroto akibat banjir November 2022 menyebabkan sekitar hampir 4.000 warga terisolir.

 

Terkait


Tiga Jembatan Darurat Trenggalek Diresmikan, Perlancar Koneksitas Antarwilayah

Trenggalek Dorong Pengembangan Kawasan Inklusi di Desa-Kelurahan

Daerah Sulit Air Bersih di Trenggalek Dibangun Sumur Bor

Pemkab Trenggalek Inisiasi Gerakan Desa Nol Perkawinan Anak Usia Dini

Trenggalek Menolak Tambang Emas

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark