Empat Hari Tak Pulang Seorang Nenek Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin

Empat Hari Tak Pulang Seorang Nenek Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi (ilustrasi).
Empat Hari Tak Pulang Seorang Nenek Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi (ilustrasi). | Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,UNGARAN -- Empat hari tidak kembali ke rumah, seorang nenek ditemukan meninggal dunia di gotong- gorong saluran irigasi, wilayah Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Kamis (13/1) petang.

S (82), nenek malang warga RT 02/ RW 01 tersebut --sebelumnya-- dikabarkan oleh keluarga belum kembali ke rumah, setelah pergi mencari kayu bakar di hutan sekitar rumahnya, pada hari Senin (10/1) lalu.

Namun pada hari ke-empat, nenek tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia setelah dilakukan upaya pencarian oleh warga setempat dengan dibantu tim SAR serta para relawan.

Perihal penemuan jenazah nenek S yang sudah meninggal dunia –setelah sebelumnya dilaporkan hilang-- tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Susukan, AKP Yanto SH dalam keterangan tertulisnya kepada Republika, Jumat (14/1).

Baca Juga

Awalnya, jelas Yanto, nenek S dilaporkan belum kembali, setelah sebelumnya keluar rumah untuk melakukan aktivitas rutin mencari kayu bakar di sekitar hutan yang tak jauh dari lokasi rumahnya.

“Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak keluarga, aktivitas keseharian nenek S –yang disebutkan sudah mengalami pikun dan tinggal sendirian di rumahnya-- tersebut memang hanya mencari kayu bakar,” lanjut kapolsek.

Namun, lanjutnya, pada Senin lalu ia belum juga kembali ke rumah. Hal ini diketahui setelah salah satu anggota keluarganya bermaksud mengantar makanan ke rumah nenek S, pada Senin sore.

“Saat pihak keluarga mengantar makanan, anggota keluarga tersebit tidak menjumpai nenek S. Pun demikian saat ditanyakankepada para tetangga juga tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” lanjut Yanto.

Pihak keluarga, masih jelas kapolsek, kemudian melaporkan hal ini ke mapolsek Susukan dan tim SAR untuk dilakukan upaya pencarian. “Hingga Pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIB, nenek S diketemukan sudah meninggal dunia di gorong- gorong parit sawah Desa Ngasinan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter pada jenazah nenek S, tambah kapolsek, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan yang ada pada tubuhnya.

Namun nenek tersebut diperkirakan sudah meninggal dunia enam jam sebelum jenazahnya ditemukan. Kuat dugaan nenek S tersesat --saat akan pulang ke rumah—dan akhirnya terjatuh di parit.

“Setelah dievakuasi oleh tim SAR dan aparat Polsek Susukan, jenzah nenak S selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandas Yanto.

 

Terkait


Sejak 2020, 32 Proyek Strategis Nasional Rp 158 T Telah Diselesaikan

Warga Terdampak Banjir Garut Telah Kembali Beraktivitas

PUPR Tingkatkan Pengairan Irigasi di Tasikmalaya dan Ciamis

Gunung Kidul Bangun Irigasi di Empat Titik

UAD Manfaatkan Saluran Irigasi untuk Aquaponik

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark